Show simple item record

dc.contributor.advisorMachfud
dc.contributor.advisorM.Faiz Syuaib
dc.contributor.authorNurmahdy, Ahmad Irfan
dc.date.accessioned2025-08-07T10:39:04Z
dc.date.available2025-08-07T10:39:04Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168216
dc.description.abstractProduksi padi Indonesia pada tahun 2018 mencapai sebanyak 78.81 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau mengalami peningkatan sebanyak 1.45 juta ton (1.88 persen) dibandingkan tahun 2017 (Kementrian Pertanian 2019). Tingkat keberhasilan petani dalam memproduksi gabah tidak diikuti dengan tingkat kesejahteraan petani dikarenakan tingginya biaya termasuk biaya rantai pasok. Rachman (2013) menyatakan, kinerja rantai pasok ditentukan oleh kemampuan dalam hal reliabilitas, responsivitas, dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan konsumen dengan biaya serendah-rendahnya. Dengan adanya pengukuran kinerja, maka pelaku rantai pasok dapat menentukan arah perbaikannya. Kabupaten Karawang merupakan daerah sentra produksi beras yang akan menjadi model untuk studi rantai pasok pada penelitian ini. Anggota rantai pasok beras dimulai dari petani, pedagang pengumpul, dan penggilingan padi. Pola saluran rantai tersebut sudah berjalan dalam waktu yang cukup lama. Petani merasa cukup terbantu dengan adanya pedagang pengumpul dalam menjual gabahnya. Pedagang pengumpul hanya menyalurkan gabah saja. Penggilingan padi melakukan seluruh kegiatan pengolahan hingga menjadi beras putih dan langsung menjualnya ke pasar. Pelaku rantai pasok beras di Kabupaten Karawang dari petani, pedagang pengumpul dan penggilingan padi memiliki beberapa metrik kinerja yang masih tidak sesuai dengan harapan. Nilai metrik kinerja pada petani yang masih tidak sesuai dengan harapan diantaranya yaitu pada metrik pemesanan terkirim secara utuh, kondisi sempurna, biaya produksi, rentang pembayaran hutang dan piutang. Nilai kinerja pada pedagang pengumpul yang masih belum sesuai harapan diantaranya pada metrik tepat jumlah, waktu siklus pemenuhan pemesanan, fleksibilitas pengadaan, fleksibilitas pengiriman dan biaya kirim. Nilai kinerja yang masih belum sesuai harapan pada penggilingan padi yaitu pada metrik pemesanan terkirim secara utuh, waktu siklus pengadaan, fleksibilitas pengdaan dan pengiriman, biaya produksi, dan biaya pengiriman. Faktor yang mempengaruhi kurang efektif dan efisiennya kinerja petani yaitu tingginya biaya usaha tani dan rentang pembayaran piutang yang lama, dapat diatasi dengan memutakhirkan penggunaan alsintan dan penggunaan input pertanian dengan efisien. Perbaikan fleksibilitas pengadaan dan pengiriman pada pedagang pengumpul dapat dilakukan dengan penguatan modal secara berkelompok. Perbaikan pada fleksibilitas pengadaan dan pengiriman pada penggilingan padi dapat dilakukan dengan memutakhirkan sarana dan mesin pengolahan padi hingga menjadi beras, serta sarana pengiriman beras ke pasar.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleAnalisis Kinerja Rantai Pasok Beras Di Kabupaten Karawangid
dc.subject.keywordBerasid
dc.subject.keywordRantai Pasokid
dc.subject.keywordPengukuran Kinerjaid
dc.subject.keywordUpaya Peningkatan Kerjaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record