| dc.description.abstract | Produksi padi Indonesia pada tahun 2018 mencapai sebanyak 78.81 juta ton
Gabah Kering Panen (GKP) atau mengalami peningkatan sebanyak 1.45 juta ton
(1.88 persen) dibandingkan tahun 2017 (Kementrian Pertanian 2019). Tingkat
keberhasilan petani dalam memproduksi gabah tidak diikuti dengan tingkat
kesejahteraan petani dikarenakan tingginya biaya termasuk biaya rantai pasok.
Rachman (2013) menyatakan, kinerja rantai pasok ditentukan oleh kemampuan
dalam hal reliabilitas, responsivitas, dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan
konsumen dengan biaya serendah-rendahnya. Dengan adanya pengukuran kinerja,
maka pelaku rantai pasok dapat menentukan arah perbaikannya. Kabupaten
Karawang merupakan daerah sentra produksi beras yang akan menjadi model untuk
studi rantai pasok pada penelitian ini.
Anggota rantai pasok beras dimulai dari petani, pedagang pengumpul, dan
penggilingan padi. Pola saluran rantai tersebut sudah berjalan dalam waktu yang
cukup lama. Petani merasa cukup terbantu dengan adanya pedagang pengumpul
dalam menjual gabahnya. Pedagang pengumpul hanya menyalurkan gabah saja.
Penggilingan padi melakukan seluruh kegiatan pengolahan hingga menjadi beras
putih dan langsung menjualnya ke pasar.
Pelaku rantai pasok beras di Kabupaten Karawang dari petani, pedagang
pengumpul dan penggilingan padi memiliki beberapa metrik kinerja yang masih
tidak sesuai dengan harapan. Nilai metrik kinerja pada petani yang masih tidak
sesuai dengan harapan diantaranya yaitu pada metrik pemesanan terkirim secara
utuh, kondisi sempurna, biaya produksi, rentang pembayaran hutang dan piutang.
Nilai kinerja pada pedagang pengumpul yang masih belum sesuai harapan
diantaranya pada metrik tepat jumlah, waktu siklus pemenuhan pemesanan,
fleksibilitas pengadaan, fleksibilitas pengiriman dan biaya kirim. Nilai kinerja yang
masih belum sesuai harapan pada penggilingan padi yaitu pada metrik pemesanan
terkirim secara utuh, waktu siklus pengadaan, fleksibilitas pengdaan dan
pengiriman, biaya produksi, dan biaya pengiriman.
Faktor yang mempengaruhi kurang efektif dan efisiennya kinerja petani yaitu
tingginya biaya usaha tani dan rentang pembayaran piutang yang lama, dapat diatasi
dengan memutakhirkan penggunaan alsintan dan penggunaan input pertanian
dengan efisien. Perbaikan fleksibilitas pengadaan dan pengiriman pada pedagang
pengumpul dapat dilakukan dengan penguatan modal secara berkelompok.
Perbaikan pada fleksibilitas pengadaan dan pengiriman pada penggilingan padi
dapat dilakukan dengan memutakhirkan sarana dan mesin pengolahan padi hingga
menjadi beras, serta sarana pengiriman beras ke pasar. | |