| dc.description.abstract | Sumberdaya manusia/SDM merupakan asset penting dalam suatu organisasi
ataupun perusahaan. SDM adalah kunci utama pada suatu perusahaan untuk
mencapai keberhasilan perusahaan. Turnover merupakan salah satu masalah serius
yang harus dihadapi oleh perusahaan. Turnover dapat menimbulkan dampak negatif
bagi perusahaan, di mana perusahaan kehilangan karyawan yang berpengalaman
dan perusahaan harus merekrut karyawan baru dan perlu melatih karyawan baru.
PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri keuangan dan
pembiayaan usaha mikro. Tiga tahun terakhir ini yaitu tahun 2016 sampai 2018, PT
XYZ mengalami turnover yang cukup tinggi terutama pada level account officer
(AO). SAO/AO merupakan ujung tombak dari perusahaan finansial atau
pembiayaan, pusat kegiatan berada di posisi ini. Maksimum dari turnover rate pada
PT XYZ adalah 4% rata-rata per bulan namun berdasarkan data PT XYZ, pada
jabatan AO untuk area Jabar 1 dalam tiga tahun terakhir adalah 6.8% (2016), 6.1%
(2017) dan 6.4% (2018). Dalam mempertahankan keberadaan SAO/AO pada PT
XYZ dan mengurangi intensi turnover yang terjadi pada level SAO/AO di PT XYZ,
maka dibutuhkan karyawan yang memiliki komitmen tinggi. Komitmen ini dapat
dibangun melalui peningkatan kualitas kehidupan kerja/QWL, kepuasan kerja dan
motivasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
QWL terhadap kepuasan kerja, motivasi dan komitmen organisasi pada SAO/AO
PT XYZ Jabar 1, menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan motivasi terhadap
komitmen organisasi dan niat turnover pada SAO/AO PT XYZ Jabar 1 serta
menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap turnover intention.
Responden pada penelitian ini sebanyak 115 SAO/AO pada PT XYZ Jabar 1.
Metode penarikan sampel menggunakan teknik sensus. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis SEM-PLS.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) QWL memiliki
hubungan yang signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja, motivasi kerja dan
komitmen organisasi, 2) kepuasan kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap komitmen organisasi dan juga turnover intention, sedangkan motivasi
kerja memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi,
namun motivasi tidak berpengaruh terhadap turnover intention, dan 3) komitmen
organisasi memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap turnover
intention. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan QWL yang baik akan
meningkatkan komitmen organisasi, kepuasan kerja dan motivasi kerja.
Selanjutnya peningkatan komitmen organisasi akan menurunkan turnover intention
pada SAO/AO PT XYZ Jabar 1. Kebijakan yang menyangkut QWL dan komitmen
organisasi menjadi hal utama yang harus diperhatikan oleh PT XYZ dalam rencana
strategi perusahaan dalam mempertahankan SAO/AO, sehingga tidak banyak
SAO/AO yang berniat untuk meninggalkan perusahaan | |