| dc.description.abstract | Pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi setiap tahunnya,
mengakibatkan kebutuhan akan hunian dan properti. Khususnya di kota – kota
besar yang lahannya semakin padat maka adanya hunian vertikal merupakan solusi
yang tepat. Selain itu banyak investor yang mengalirkan dana mereka pada sektor
investasi properti, cukup kita ketahui investasi properti memang salah satu bentuk
investasi yang cukup aman, karena harga akan terus semakin tinggi mengikuti suku
Bunga dan inflansi.
Saat ini perusahaan mengalami penurunan growth hampir disemua aspek
rasio pertumbuhan kecuali aspek liabilitas yang masih mengalami kenaikan pada
angka 41,07% pada tahun 2017. Kenaikan ini disebabkan oleh banyaknya proyek
telah groundbreaking pada tahun tersebut. Pada aspek pendapatan mengalami
penurunan yang besar dari 25%,99% menjadi -5,64% atau dalam YoY mengalami
penurunan sebesar -121,69%. Menurunnya pendapatan berdampak pula pada rasio
pertumbuhan laba kotor dan laba bersih secara tidak langsung ikut mengalami
penurunan. Pendapatan yang menurun disebabkan pada fokus perusahaan di tahun
2017 untuk menambahkan modal kerja untuk melakukan investasi berupa lahan dan
bangunan sehingga meningkatkan rasio pertumbuhan ekuitas yang cukup tinggi.
Perusahaan dengan strategi bisnis yang ada saat ini masih diharapkan
memberikan kinerja yang lebih baik dan maksimal. Untuk itu penggunaan Model
Bisnis Kanvas diharapkan akan memberikan dampak baik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi model bisnis yang dijalankan oleh PT XYZ saat ini dengan
menggunakan pendekatan sembilan unsur Business Model Canvas (BMC) dan
analisis SWOT. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi
model bisnis perusahaan pada PT XYZ dan merumuskan model bisnis yang baru
serta menentukan prioritas strategi pada setiap elemen bisnis
Penentuan prioritas strategi dilakukan dengan metode perbandingan
berpasangan dalam menentukan alternatif strategi seperti pengembangan produk
rumah tapak dan memaksimalkan pengembangan properti di lahan milik sendiri
sebesar 0,22 sehingga tidak ada tambahan belanja modal selain yang sudah ada.
Selain itu, untuk menentukan segmentasi, perusahaan harus memperluas segmen
pasar dengan menargetkan kelas menengah ke bawah karena sejumlah anak muda
membutuhkan rumah dengan harga terjangkau yang sebesar 0,33. Memaksimalkan
sumber daya manusia yang ada dan rekrutmen yang baik sesuai dengan prosedur
sebesar 0,28 dan pembandingan pengembang maju dan berkelanjutan sebesar 0,18.
Hasilnya startegi Perusahaan didominasi oleh strategi untuk setiap elemen SO
(Strength & Weakness) empat belas (14) strategi, WO (Weakness & Opportunity)
sepuluh (10) Strategi dan ST (Stength & Threat) tiga (3) Strategi. | |