| dc.description.abstract | Penerbitan obligasi merupakan upaya Bank dalam meningkatkan komponen
modal pelengkap (Tier 2). Pada peraturan Basel III menerbitkan obligasi hanya
dapat diperhitungkan paling tinggi sebesar 100% dari Modal Inti Bank. Saat ini di
Indonesia kapitalisasi pasar obligasi korporasi di dominasi oleh sektor Perbankan.
Bagi penerbit obligasi perbankan diperlukan perencanaan yang matang dalam
keputusan menerbitkan obligasi. Yield obligasi merupakan faktor terpenting
sebagai pertimbangan investor dalam melakukan pembelian obligasi sebagai
instrumen investasinya. Investor obligasi akan menghitung seberapa besar
pendapatan investasi atas dana yang dibelikan obligasi tersebut dengan
menggunakan alat ukur Yield (Rahardjo 2003). Bank sebagai penerbit obligasi
harus mampu menawarkan obligasi yang menarik untuk Investor dengan
menjanjikan Yield yang terbaik pada obligasi tersebut, sehingga target pendanaan
melalui emisi obligasi dapat tercapai.
Penelitian ini melihat pengaruh kupon, maturity, likuiditas dan rating
obligasi sektor perbankan terhadap Yield obligasi perbankan dan melakukan
peramalan terhadap Yield obligasi Perbankan pada satu tahun kedepan 4 triwulan.
Periode penelitian dilakukan pada triwulan 3 tahun 2014 sampai dengan triwulan
3 tahun 2018. Sampel yang digunakan dalam penelitian merupakan obligasi Bank
BUKU 3 yang aktif diperdagankan di pasar obligasi pada periode penelitian,
terdapat 14 Obligasi Bank BUKU 3 yang diterbitkan dari 7 Bank BUKU 3. Yield
yang digunakan dalam penelitian Yield to Maturity menjadi variabel dependen dan
kupon, maturity, likuiditas serta maturity obligasi. Metode analisis dalam
penelitian menggunakan data panel, setelah dilakukan uji model terbaik maka
terpilih model fixed efek.
Hasil penelitian menunjukan nilai R-square sebesar 78,73%. Variabel kupon
dan maturity berpengaruh positif signifikan pada taraf α = 5%, Sedangkan
variabel rating obligasi berpengaruh negatif terhadap Yield obligasi pada taraf α =
5% variabel likuiditas tidak berpengaruh terhadap Yield obligasi. Selanjutnya
peramalan dilakukan pada Yield obligasi dengan menggunakan model/metode
peramalan hubungan deret waktu yang di interpretasikan pada grafik analisis trend
yang ada di Software Minitab, terdapat 4 jenis model yang harus dipilih untuk
mendapatkan model peramalan yang tepat yaitu model linier, model quadratic,
model exponential growth dan model S-Curve. Hasil dari peramalan terhadap 14
obligasi Bank dalam sampel adalah mayoritas Yield obligasi menunjukan trend
yang menurun dan hanya satu obligasi Bank yang menunjukan trend Yield yang
naik. | |