| dc.description.abstract | Kabupaten Biak Numfor adalah salah satu kabupaten kepulauan di Wilayah
Pengelolaan Perairan (WPP) 717, yang memiliki potensi pengembangan sektor
kelautan dan perikanan yang besar dengan luas perairan mencapai 18 442 km2
atau hampir enam kali lipat luas daratannya. Akan tetapi dari potensi lestari
(Maximum Sustainable Yield) WPP 717 yang mencapai 603 688 ton/tahun,
kabupaten ini hanya memiliki volume produksi perikanan sebesar 81 175 ton dan
hanya memberikan kontribusi 19.54 % terhadap PDRB daerah. Oleh karena itu,
dalam rangka memacu pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten
Biak Numfor, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2016
mencanangkan program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak.
SKPT adalah pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu dari hulu ke hilir
berbasis kawasan. Program SKPT Biak diimplementasikan melalui berbagai
kegiatan seperti pembangunan fasilitas usaha, fasilitas pendukung, penyaluran
bantuan usaha, dan pelatihan tenaga kerja perikanan. Meskipun masterplan
program ini sudah disusun, akan tetapi Kawasan SKPT Biak yang berada di
Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Biak Numfor, ini belum beroperasi secara
optimal karena belum adanya model dan strategi pengelolaan untuk kawasan ini.
Untuk menjawab hal tersebut, penelitian ini bertujuan menyusun model
pengelolaan SKPT Biak, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal
yang mempengaruhi pengelolaan SKPT Biak, merumuskan alternatif dan prioritas
strategi pengelolaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis
SWOT yang diintegrasikan dengan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Data
pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adlaah data primer dan data
sekunder, yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi pustaka dari
data-data instansi Pemerintah, terutama dari KKP; Dinas Perikanan Kabupaten
Biak Numfor; dan BPS Kabupaten Biak Numfor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan SKPT Biak
disusun dalam sembilan elemen BMC yang telah disempurnakan dengan
menambahkan elemen missions dan elemen impact and measurement, yang
dilakukan karena Unit Pengelola SKPT Biak adalah organisasi non-profit.
Identifikasi faktor internal dan eksternal dilakukan pada sembilan elemen karena
dua elemen tambahan tersebut merupakan target yang diberikan oleh KKP kepada
Unit Pengelola SKPT Biak. Tiga elemen yang dinilai relatif lebih penting dan
sangat mempengaruhi kesuksesan enam elemen lainnya yaitu proporsi nilai,
aktivitas kunci, dan arus pendapatan. Faktor yang paling mempengaruhi elemen
proporsi nilai yaitu kekuatan (S), elemen aktivitas kunci yaitu kelemahan (W), dan
elemen arus pendapatan yaitu ancaman (T). Dari ketiga elemen tersebut dihasilkan
dua belas alternatif strategi dalam matrik SWOT. Prioritas strategi yang
dihasilkan, yaitu : Mengoptimalkan semua sumber daya produksi untuk
menciptakan nilai yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mitra, serta
untuk menarik pelanggan dan investor baru; Melakukan promosi peluang
investasi dan kerja sama, serta mengusulkan alokasi bantuan dalam rangka
mengoptimalkan seluruh aktivitas dalam kawasan SKPT Biak; serta Penyusunan
peraturan penerapan retribusi, sistem pembayaran, pengelolaan, dan sanksi dengan
melibatkan Pemeritah, asosiasi usaha, dan instansi terkait lainnya. | |