| dc.description.abstract | PT Berdikari (Persero) adalah perusahaan BUMN peternakan sejak tahun
2012 sesuai surat penugasan dari Menteri BUMN nomor S-211/D1.MBU/2012
yang merubah core competencies dari perdagangan umum (perdagangan komoditi
: beras, gula, daging, komoditi perkebunan, pupuk, asuransi, dll) menjadi
peternakan . Sejak transformasi pada tahun 2012 sampai sekarang, belum ada
peningkatan dan perkembangan yang berari. Ada dua faktor yang diduga
menyebabkan situasi ini yakni: (1) Faktor Penghambat (Kondisi SDM,
Kompetitor dan reputasi perusahaan) dan (2) Faktor Pendukung (dukungan
pemerintah, kemitraan dan sinergi BUMN, aset perusahaan serta pengetahuan
pegawai.
Penelitian ini memiliki dua tujuan yakni: (1) untuk menganalisis faktor
pendukung dan faktor penghambat transformasi bisnis; (2) untuk mengetahui
pengaruh transformasi bisnis terhadap kinerja keuangan perusahaan. Adapun
metode statistik yang digunakan untuk menganalisa dan menguji hipotesa faktor
pendukung dan penghambat transformasi bisnis dengan menggunakan Structural
Equation Measure (SEM)-Partial Least Unit (PLS). Sedangkan untuk mengukur
pengaruh transformasi bisnis sebelum dansetelah transformasi bisnis terhadap
delapan indikator kinerja keuangan perusahaan BUMN (return on equity (ROE),
return on investment (ROI), Inventory Turn Over, Colection Periode, Cash Ratio,
Current Ratio, Total Turn Over and Capital to Total Assets Ratio) dengan
menggunakan T-test.
Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor penghambat dan
faktor pendukung transformasi bisnis signifikan berpengaruh terhadap
transformasi bisnis perusahaan. Dukungan pemerintah yang diberikan seperti
penyelesaian proses administrasi perusahaan, kebijakan pemerintah dll serta
kemitraan atau sinergi diantara BUMN sangat mendukung implementasi
transformasi bisnis sesuai dengan peraturan Menteri BUMN nomor PER-
04/MBU/09/2017. Disamping itu kondisi aset perusahaan serta pengetahuan
pegawai juga menjadi faktor penting untuk mendukung penerapan transformasi
bisnis.
Hasil dari T-Test menunjukkan perbedaan kondisi sebelum (2007-2011)
dan setelah transformasi bisnis (2013-2017) yakni pada ROE, Collection Period,
Total Modal Terhadap Asset Sendiri dan inventory turn over . PT Berdikari
(Persero) mengalami penurunan kinerja keuangan sebelum dan setelah
transformasi bisnis, hal ini disebabkan oleh tingginya biaya operasional dan
penurunan omset penjualan yang menyebabkan menurunnya laba perusahaan,
yang ditunjukkan oleh penurunan nilai ROE pada tahun 2016 (setelah
transformasi bisnis diterapkan). Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan
inventory turn over meningkat, hal ini menunjukkan bahwa barang persediaan
menumpuk. Collecting period juga mengalami penurunan, yang disebabkan oleh
meningkatnya piutang pada pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
belum dapat melakukan upaya penagihan piutang pada pelanggan sesuai dengan
waktu yang ditentukan. Dalam rangka membiayai perusahaan agar terus berjalan,
perusahaan melakukan pinjaman kepada pihak perbankan dengan aset perusahaan
sebagai jaminan. Pinjaman bank tersebut menyebabkan kesulitan karena adanya
kewajiban pembayaran bunga pinjaman setiap bulan yang dapat berpengaruh
terhadap ratio Total Modal Sendiri Terhadap Aset. | |