| dc.description.abstract | Kementerian BUMN sebagai salah satu lembaga pemerintahan yang memiliki
peran strategis sebagai pembina BUMN berupaya melakukan perubahan organisasi
yang berupa Reformasi Birokrasi dan Tranformasi Organisasi menuju
Superholding. Hal ini dikarenakan adanya faktor internal dan eksternal dari
Kementerian BUMN. Penelitian ini memfokuskan pada hal-hal mikro perilaku
pegawai yang dapat mendukung keberhasilan perubahan organisasi, yaitu
komitmen perubahan. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh faktor
internal pegawai yaitu motivasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen perubahan
pegawai Kementerian BUMN.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motivasi dan kepuasan
kerja mempengaruhi komitmen perubahan, serta memberikan strategi untuk
meningkatkan komitmen perubahan pegawai menuju keberhasilan perubahan
organisasi. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner terhadap 177
responden, wawancara mendalam dengan manajemen dan Focus Group
Disccussion (FGD) dengan perwakilan pegawai setiap unit kerja.
Berdasarkan hasil analisis SEM diketahui bahwa motivasi berpengaruh
signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja, namun motivasi tidak berpengaruh
signifikan terhadap komitmen perubahan. Kepuasan kerja berpengaruh sinifikan
dan positif terhadap komitmen perubahan. Hal ini lebih disebabkan karena
komitmen perubahan yang terbentuk di pegawai Kementerian BUMN secara umum
adalah komitmen normatif dan komitmen kontinuans, dimana pegawai merasa
‘wajib’ untuk mendukung perubahan organisasi, tidak secara afektif mengambil
peran untuk melakukan perubahan organisasi.
Strategi-strategi untuk meningkatkan komitmen perubahan pegawai
Kementerian BUMN untuk mendukung Reformasi Birokrasi dan Transformasi
Organisasi yaitu meningkatkan motivasi pegawai yang akan berdampak pada
meningkatnya kepuasan kerja dan komitmen perubahan. Manajemen perlu
membuat program peningkatan motivasi pegawai terhadap perubahan sehingga
sikap pegawai terhadap perubahan menjadi positif dan aktif. Selain itu, manajemen
perlu menanamkan sense of urgency terkait Reformasi Birokrasi dan Transformasi
Organisasi tidak hanya dikarenakan adanya reward yang berupa kenaikan
tunjangan semata, menciptakan budaya perubahan di organisasi dengan adanya
change agent yang berperan aktif di setiap unit, manajemen Kementerian BUMN
membuat kebijakan manajemen karir, sistem recognisi dan pengembangan pegawai
serta peningkatan komitmen dan role model dari pimpinan untuk melaksanakan
kebijakan dan sistem yang telah dibuat untuk mendukung perubahan tersebut. | |