| dc.description.abstract | Bank syariah telah menjadi fenomena yang menarik di Indonesia.
Kemunculannya semakin lama semakin menjadi sorotan sebab tingkat
imunitasnya yang tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1998 dan
keuntungannya yang menjanjikan yang mampu menarik minat pasar untuk
bertransaksi pada bank syariah. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis faktorfaktor
yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas pada PT. Bank Syariah
Mandiri dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Data penelitian
didapatkan dari laporan triwulan Bank Syariah Mandiri.
BSM didirikan pada tahun 1998, selama keberadaannya BSM
menunjukkan kinerja yang baik terlihat dari tingkat Return On Asset (ROA) yang
dicapai BSM. BSM juga masih mampu menghadapi tingkat pembayaran
pembiayaan macet yang membebani Capital Adequacy Ratio (CAR). Tahun 2012
BSM berhasil meraih predikat sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dinilai
dari kepemilikan aset. Rasio tingkat Non Performing Financing (NPF) yang
semakin tinggi memengaruhi kinerja BSM, tahun 2014 Bank Mandiri sebagai
induk perusahaan menyuntikkan dana untuk menjaga kecukupan kas BSM.
Profitabilitas BSM mengalami kenaikan pada tahun 2012, kemudian turun cukup
besar pada akhir tahun 2013 hingga 2014. BSM terus berupaya memperbaiki
tingkat ROA, sehingga di akhir tahun 2014 ROA terlihat mulai mengalami
kenaikan kembali. .
Pada tahun 2014, profitabiltas BSM turun dalam persentase yang cukup
besar dibandingkan empat perbankan syariah terbesar di Indonesia. tigkat
profitabilitas BSM tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal saja. Faktor
lainnya seperti faktor makroekonomi dan faktor industri dapat mempengaruhi
tingkat profitabilitas BSM. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa
faktor internal yang mempengaruhi profitabilitas yaitu CAR, NPF, BOPO dan
NOM. Faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi yaitu Birate dan PDB,
sedangkan hasil pada faktor industri yang dapat mempengaruhi tingkat
profitabilitas BSM belum signifikan
BSM sebagai bank syariah terbesar harus lebih memperhatikan faktorfaktor
yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitasnya. BSM perlu terus
memperbaiki tingkat profitabilitas sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal
dan semakin lebih baik. BSM harus memiliki caranya sendiri dalam
mengoptimalkan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas
BSM. BSM harus menekan tingkat NPF yang memiliki hubungan negatif
terhadap ROA, apabila NPF naik maka ROA BSM akan turun dan hal ini
memiliki pengaruh buruk terhadap tingkat profitabilitas BSM. Meningkatkan
persediaan modal BSM, menekan biaya operasional yang dikeluarkan,
meningkatkan laba pada NOM, serta mengantisipasi kenaikan tingka suku bunga
yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. | |