| dc.description.abstract | Krisis keuangan global pada tahun 2008 menyebabkan IHSG mengalami
penurunan yang signifikan. Penurunan IHSG berdampak pada seluruh indeks
sektoral. Penurunan paling besar dialami oleh sektor pertambangan dan pertanian.
Indeks sektor pertambangan dan pertanian kembali mengalami penurunan pada
tahun 2015. Penurunan harga komoditas disinyalir memiliki kontribusi atas
anjloknya kedua sektor tersebut. Penurunan kinerja perusahaan di masa krisis
berpotensi menjadi penyebab terjadinya kebangkrutan. Kebangkrutan perusahaan
diawali dengan tahap penurunan kondisi keuangan yang disebut financial distress.
Topik mengenai financial distress dan turnaround mempunyai hubungan yang
erat, karena kesuksesan turnaround ditentukan dari upaya dalam mengatasi
masalah yang membawa perusahaan dalam kondisi financial distress.
Pada penelitian ini digunakan metode regresi logistik (logit) yang bertujuan
untuk mendapatkan sampel perusahaan yang mengalami financial distress dan
perusahaan yang berhasil melakukan turnaround. Salah satu tujuan dari penelitian
ini adalah untuk membuat sebuah model prediksi transisi kinerja keuangan dari
perusahaan subsektor pertambangan dan pertanian. Hasil penelitian menunjukan
bahwa transisi kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi oleh variabel ukuran
perusahaan, retrenchment, tingkat distress dan tipe industri. Kemampuan
perusahaan dalam beradaptasi terhadap lingkungan cenderung berbeda,
keterampilan manajemen menerapkan alternatif strategi dalam menghadapi krisis
dapat menentukan keberhasilan dalam memperbaiki kinerja yang buruk.
Komparasi antar kedua sektor menyatakan bahwa sektor pertanian mempunyai
probabilitas transisi kinerja keuangan lebih baik dibandingkan sektor
pertambangan. Berdasarkan perumusan implikasi manajerial, alternatif strategi
yang dihasilkan terdiri dari strategi berorientasi efisiensi dan wirausaha.
Perusahaan dengan total aset yang relatif kecil, peningkatan tangible assets,
penurunan tingkat distress dan tipe industri, dapat menjadi pertimbangan investor
dalam melakukan investasi. Pemerintah diharapkan dapat mengawasi langkah
strategis yang telah dicanangkan, diantaranya penetapan program DMO dan B20. | |