| dc.description.abstract | Di tengah banyaknya perusahaan konstruksi swasta maupun asing yang ada
di Indonesia berdampak pada perusahaan konstruksi BUMN. Perusahaan harus
menyiapkan diri menjadi mitra yang berkompeten dalam menyambut datangnya
perusahaan konstruksi asing dalam membantu percepatan pembangunan
infrastruktur Nasional. Divisi Gedung PT Hutama Karya (persero) merupakan salah
satu Divisi dari PT Hutama Karya perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa
konstruksi khusus untuk pekerjaan High Rise Building. Terdapat fenomena di tahun
2017 di saat perusahaan lain mengalami peningkatan dalam pendapatannya di sisi
lain Divisi Gedung PT Hutama Karya mengalami penurunan pendapatan pada jasa
konstruksi gedung. Perusahaan harus memiliki strategi peningkatan kinerja untuk
menghadapi persaingan dari pesaing industri jasa konstruksi lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi perusahaan,
mengidentifikasi faktor-faktor strategis eksternal dan internal serta membuat
strategi alternatif dan prioritas strategi yang digunakan untuk memperbaiki kinerja
perusahaan.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif, yaitu
memberikan gambaran mendalam terhadap permasalahan penelitian dengan data
yang dinyatakan dengan bentuk angka. Data primer yang didapat merupakan hasil
dari wawancara mendalam dengan para pakar. Responden dalam penelitian ini yaitu
Kepala Divisi, Senior Manager Produksi, Senior Manager Pengembangan Bisnis
Konstruksi, Senior Manager Administrasi Keuangan, serta dari responden eksternal
yaitu konsultan pengawas konstruksi dan pemilik proyek. Data sekunder dari jurnal
dan dokumen perusahaan.
Teknik pengolahan dan analisis yang digunakan adalah analisis internal,
analisis eksternal. Evaluasi lingkungan eksternal dan internal dengan menggunakan
matriks EFE dan IFE. Perumusan strategi alternatif dengan matriks SWOT dan
strategi prioritas dengan metode Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM).
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan menurunya
kinerja perusahaan berasal dari minimnya perolehan kemenangan mendapatkan
proyek saat tender. Analisis lingkungan eksternal perusahaan menunjukan dari sisi
peluang rencana perpres terkait holding BUMN konstruksi, merupakan prioritas
yang bisa dimanfaatkan perusahaan. Dari sisi ancaman, perusahaan masih
mewaspadai persaingan antar perusahaan kontraktor grade 7. Analisis internal
menunjukan kekuatan perusahaan ada di nama besar BUMN karya dan reputasi
perusahaan. Dari sisi kelemahan yaitu personil marketing kurang mampu inisiasi
proyek yang akan didapat.
Hasil skor untuk analisis eksternal sebesar 2,97 dan skor analisis lingkungan
internal sebesar 3,04. Pada analisis matriks IE, grand strategi perusahaan berada
pada posisi sel IV dimana posisi sedang tumbuh dan membangun.
Penelitian ini menghasilkan 7 strategi alternatif yaitu memanfaatkan nama
besar BUMN untuk agresif dalam pemasaran (menginisiasi proyek/menciptakan
proyek), menawarkan harga tender dengan HPP 89%, menerapkan kontrak payung dengan supplier dan subkontraktor spesialis, mempercepat proses tagihan vendor
maksimal 1 bulan pencairan, memberikan pelatihan keterampilan lobi dan negosiasi
pada tim proyek, melakukan kerja sama operasi dengan perencana
proyek/kontraktor lain, menghindari terjadinya biaya yang tidak di buku. Dari 7
strategi alternatif dengan metode Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM)
menghasilkan 3 strategi prioritas yang paling utama yaitu memanfaatkan nama
besar BUMN untuk agresif dalam pemasaran (menginisiasi proyek/menciptakan
proyek), memberikan pelatihan keterampilan lobi dan negosiasi pada tim proyek,
melakukan kerja sama operasi dengan perencana proyek/kontraktor lain.
Saran dalam penelitian ini adalah perlu nya membuat tim marketing dengan
penanggung jawab masing-masing portofolio agar bisa fokus mendapatkan proyek
dan bisa mengawal proyek dari tahap perencanaan, tim proyek turut berperan dalam
agen pemasaran, melakukan kerja sama dengan kontraktor atau perencana proyek.
Setelah itu bisa dilakukan analisis lanjutan terhadap implementasi strategi tersebut. | |