| dc.description.abstract | Pengembangan UMKM industri pengolahan perikanan di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM industri ini harus mampu menghadapi tantangan global. Pengembangan ini merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah, pelaku UMKM, katalisator, fasilitator dan lembaga keuangan. Melihat dari berbagai sisi, terutama pada sisi pendapatan dan hasil produksi pengolahan ikan di Kabupaten Sukabumi, perlu kiranya untuk merumuskan strategi yang berkaitan dengan peningkatan kinerja UMKM pengolahan perikanan. Maka, tujuan penelitian ini yaitu 1) mengidentifikasi karakteristik usaha dan pelaku usaha serta kinerja usaha, 2) menganalisis pengaruh faktor kondisi usaha dan pelaku usaha (demografis, psikologis dan budaya) terhadap kinerja usaha serta 3) merumuskan strategi pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sukabumi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada bulan Mei hingga Agustus 2018 dengan pertimbangan Sukabumi memiliki produk UMKM industri pengolahan perikanan unggulan. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 99 unit UMKM yang dipilih dengan teknik proportional simple random sampling. Data penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik usaha dan pelaku usaha serta kinerja bisnis UMKM industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sukabumi. Metode SEM dengan bantuan software SmartPLS 3.2.7 digunakan untuk menganalisis pengaruh karakteristik usaha dan pelaku usaha terhadap kinerja usaha. Analisis SWOT juga digunakan untuk merumuskan strategi pengembagan dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis UMKM industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM dimiliki oleh laki-laki, tamatan SD dan berumur 40 tahunan. Usaha pengolahan ikan sebagian besar berbentuk mikro dengan jenis usaha mayoritas yaitu usaha pemindangan ikan. Karakteristik psikologis dan budaya pelaku usaha pengolahan ikan dapat dikategorikan relatif baik untuk mendukung kinerja bisnis mereka. Berdasarkan hasil SEM, karakteristik usaha dan pelaku usaha memengaruhi secara positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis UMKM. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan QSPM, didapatkan empat strategi yang dapat dilakukan, yaitu 1) peningkatan kemampuan dan inovasi pengolahan ikan melalui pendekatan psikologis dan budaya untuk mengoptimalkan potensi SDA dan potensi pasar, 2) kerjasama dengan lembaga PLUT dan DPMPTSP untuk pengembangan produk dan pasar dalam rangka peningkatan daya saing dan kemampuan jelajah pasar baru, 3) peningkatan peran sentra pengolahan perikanan dan komunitas pengolahan ikan untuk mendapatkan bahan baku murah dan berkualitas serta minimalisasi eksternalitas negatif, serta 4) pemanfaatan program KUR dan kredit mikro untuk peningkatan peralatan pengolahan ikan dan inovasi produk demi meminimalisasi kerugian dan memanfaatkan potensi pasar. | |