| dc.description.abstract | Perusahaan sebagai pihak yang membutuhkan dana dapat menghimpun
dana melalui pasar modal dengan menjual sahamnya kepada publik atau
menerbitkan surat hutang (obligasi), sedangkan investor sebagai pihak yang
memiliki dana dapat mempergunakan pasar modal sebagai salah satu alternatif
investasi guna memperoleh keuntungan. Perdagangan obligasi terus meningkat dari
tahun ketahun. Frequensi perdagangan obligasi terus mengalami peningkatan dari
tahun 2013 hingga tahun 2016. Pada tahun 2013 frequensi perdagangan obligasi
tercatat sebanyak 19 989 lalu meningkat menjadi 22 152 pada tahun 2014 dan terus
meningkat hingga tahun 2016 sebesar 24 398. Pertumbuhan sektor properti, real
estate, dan konstruksi termasuk dalam tiga besar setelah sektor industri dasar dan
bahan kimia dan sektor keuangan yaitu sebesar 76.23%. Nilai outstanding sektor
properti, real estate dan konstruksi berada pada 22.20 milliar rupiah dimana jumlah
tersebut tertinggi kedua setelah sektor keuangan. Tingginya nilai outstanding dan
pertumbungan obligasi korporasi sektor properti, real estate dan konstruksi
disebabkan adanya kebijakan pemerintahan baru.
Data yang digunakan berupa obligasi korporasi yang terdaftar dan aktif
diperdagangkan pada BEI khususnya sektor properti, real estate dan konstruksi
bangunan selama periode 2013-2016. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
pada penelitian ini adalah metode purposive sampling dimana sampel ditentukan
melalui kriteria tertentu, dan terpilih sebanyak 6 emiten dengan total obligasi
sebanyak 11 seri obligasi yang dijadikan objek penelitian. Pengolahan dan analisis
data dalam penelitian menggunakan teknik regresi data panel. Data panel
dikumpulkan secara cross section dan diikuti saat periode tertentu/time series.
Hasil penelitian menunjukan varibel karakteristik obligasi yang digunakan
yaitu durasi memiliki pengaruh signifikan positif terhadap return pada sektor
properti, real estate, dan konstruksi bangunan.Variabel makroekonomi yaitu:
inflasi dan suku bunga memiliki pengaruh negatif terhadap return obligasi sektor
properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Variabel makroekonomi lainnya:
nilai tukar dan IHSG tidak berpengaruh terhadap return obligasi. Harga emas
berpengaruh positif terhadap return obligasi sektor properti, real estate, dan
konstruksi bangunan. Akan tetapi, harga minyak dunia tidak berpengaruh signifikan
terhadap return obligasi. | |