| dc.description.abstract | Perbedaan generasi di tempat dapat menciptakan hal negatif seperti
kebingungan, kebencian, kemarahan dan pergantian pegawai, jika hal ini tidak
diidentifikasi dan dipahami. Kehadiran generasi Y kerap dipandang sebagai potensi
permasalahan bagi generasi pendahulunya. Berdasarkan pengamatan serta
wawancara tahap awal dengan beberapa informan yang termasuk dalam kategori
pegawai generasi X banyak yang mengeluhkan keberadaan pegawai generasi Y.
Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, tingkat pengunduran diri pegawai generasi Y
naik sebesar 45%. Untuk dapat melihat benar atau tidak keluhan pegawai generasi
X terhadap pegawai generasi Y dan besarnya persentase tingkat mengundurkan diri
pegawai generasi Y, maka sangat penting bagi Sekretariat Jenderal Kementerian
Pertanian untuk mengetahui apa memang demikian penurunan kinerja instansi ada
hubungannya dengan generasi Y dan apa yang menyebabkan menurunnya kinerja
instansi.
Organisasi mengharapkan hasil kinerja maksimum pegawai untuk pencapaian
tujuan. Organisasi harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi
sikap pegawai generasi Y untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai generasi Y, diantaranya adalah
kepuasan kerja dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan
kerja, motivasi dan kinerja pegawai generasi Y serta menganalisis pengaruh
kepuasan kerja terhadap kinerja dan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja
melalui motivasi.
Penelitian ini dilakukan di Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.
Responden penelitian adalah pegawai geenrasi Y pada rentang usia 23-37 sebanyak
74 pegawai dengan metode accidental sampling. Teknik pengolahan dan analisis
data yang digunakan adalah uji crosstab, uji chi-square dan analisis structural
equation modeling-PLS. Hasil uji crosstab, uji chi-square menunjukan (1) indikator
kepuasan terhadap terhadap promosi masuk kategori tinggi yang berarti pegawai
generasi Y sudah merasa puas mengenai kesempatan dalam kenaikan jabatan, (2)
indikator tanggung jawab, memperhatikan umpan balik, dan keinginan menjadi
yang terbaik masuk kategori tinggi yang menandakan pegawai generasi Y memiliki
tanggung jawab, memperhatikan umpan balik dan keinginan menjadi terbaik yang
tinggi dalam menjalani pekerjaanya, (3) indikator efektivitas dan efisiensi,
tanggung jawab, disiplin, dan inisiatif masuk kategori tinggi yang menandakan para
atasan menilai kinerja yang dihasilkan pegawai generasi Y sudah baik. (4) kepuasan
kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, (5) kepuasan kerja
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui motivasi,
motivasi dapat berfungsi sebagai variabel intervening dalam rangka pengaruh
kepuasan kerja terhadap kinerja. | |