| dc.description.abstract | Perkembangan industri rumah sakit yang sangat pesat menyebabkan
persaingan bisnis rumah sakit menjadi sangat tajam, baik di pasar domestik
maupun pasar internasional. Rumah sakit merupakan organisasi penyedia jasa
kesehatan. Bagi organisasi penyedia jasa, kualitas pelayanan adalah salah satu
faktor terpenting yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Hal ini disebabkan
karena pelanggan pengguna jasa berharap untuk mendapatkan pelayanan dengan
kualitas terbaik. Untuk menghadapi persaingan antar rumah sakit perlu memiliki
sumber daya yang berkualitas agar dapat mencapai kinerja yang baik. Dalam
industri rumah sakit, perawat merupakan sumber daya manusia terbesar yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan berupa asuhan keperawatan. Sebuah
organisasi tentu menginginkan loyalitas dari karyawan yang dimilikinya. Oleh
karena itu perilaku extra-role perawat menjadi tuntutan bagi rumah sakit saat ini.
Salah satu perilaku extra-role yang diharapkan oleh rumah sakit adalah
organizational citizenship behavior (OCB).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi perawat pada sistem
insentif dan kepuasan kerja terhadap OCB perawat di ruang rawat inap Rumah
sakit X. Kuesioner disebarkan kepada 100 responden dengan menggunakan teknik
pemilihan sampel accidental. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan
Structural Equation Model (SEM) menggunakan pendekatan Partial Least Square
(PLS) untuk menganalisis pengaruh persepsi perawat pada sistem insentif dan
kepuasan kerja terhadap OCB, T-test dan ANOVA untuk melihat perbedaan ratarata
masing-masing variabel laten berdasarkan karakteristik responden.
Hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi
responden berdasarkan jabatan terhadap persepsi perawat pada sistem insentif di
Rumah Sakit X. Selain itu, hasil analisis SEM PLS menunjukkan bahwa persepsi
perawat pada sistem insentif berasal dari dimensi besaran dengan nilai loading
factor sebesar 0.955, kepuasan kerja berasal dari dimensi kepuasan terhadap
atasan dengan nilai loading factor sebesar 0.925, dan OCB berasal dari dimensi
courtesy dengan nilai loading factor sebesar 0.877. Sementara itu, hasil penelitian
ini menunjukkan persepsi perawat pada sistem insentif berpengaruh terhadap
kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh terhadap OCB, dan persepsi perawat
pada sistem insentif berpengaruh terhadap OCB melalui kepuasan kerja. Namun,
persepsi perawat pada sistem insentif terhadap OCB tidak berpengaruh dan
mempunyai hubungan yang lemah serta berlawanan arah. Jadi, dalam membangun
perilaku OCB pada perawat, harus adanya hubungan yang erat antara persepsi
perawat pada sistem insentif dengan kepuasan kerja dan kepuasan kerja dengan
OCB agar muncul perilaku OCB dari perawat di Rumah sakit X. | |