Show simple item record

dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorKandianawati
dc.date.accessioned2025-08-07T10:30:51Z
dc.date.available2025-08-07T10:30:51Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168125
dc.description.abstractKarakteristik dari sektor air bersih dan sanitasi adalah banyaknya risiko yang dihadapi, antara lain risiko institusional, risiko organisasional, dan risiko operasional. Namun demikian, metode dan alat pengelolaan risiko belum banyak digunakan sebagai bagian dari kebijakan dan strategi perusahaan air minum di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko operasional yang dihadapi oleh perusahaan air minum, dari mulai proses ekstraksi air baku, pengolahan air, distribusi air, hingga proses pengelolaan pelanggan. Hasil penelitian ini adalah rumusan pengelolaan risiko operasional yang signifikan. Penelitian mengambil studi kasus di PT Aetra Air Tangerang, dan dilakukan menggunakan data primer dan sekunder. Identifikasi risiko operasional dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis risiko dilakukan melalui kuisioner tentang penilaian kemungkinan dan dampak dari masing-masing risiko. Hasil analisis risiko dipetakan dalam matriks probability impact untuk didapat risiko signifikan. Penanganan risiko signifikan dirumuskan berdasarkan observasi dan studi literatur. Penelitian menunjukkan bahwa risiko operasional dalam penyediaan air minum sebagian besar disebabkan oleh faktor proses dan eksternal, dengan jumlah risiko tertinggi yang diidentifikasi dalam proses pengelolaan pelanggan. Namun, hampir semua risiko dalam proses pengelolaan pelanggan tidak signifikan dalam hal kemungkinan dan dampaknya. Berdasarkan hasil analisis, risiko signifikan pada Aetra Air Tangerang adalah risiko kualitas dan kuantitas air baku, kebocoran pipa transmisi, relokasi fasilitas air baku, kegagalan produksi, gangguan suplai, tekanan air kecil, ketersediaan kontraktor, serta keterlambatan proses pemasangan meter. Risiko signifikan terbanyak ada pada proses ekstraksi air baku. Sebelum melakukan upaya untuk mengendalikan risiko, perusahaan perlu menetapkan kebijakan risiko serta membangun struktur pengelolaan risiko. Karena risiko signifikan yang teridentifikasi banyak disebabkan oleh faktor eksternal, maka bagian dari pengendalian risiko meliputi terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan pemangku kepentingan terkait, serta melibatkan pemangku kepentingan dalam kegiatan sosialisasi dan program CSR untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran pemangku kepentingan tersebut terhadap keberlangsungan proses penyediaan air bersih bagi masyarakat. Selain itu, untuk mengendalikan risiko yang disebabkan karena faktor proses, perusahaan perlu mengembangkan prosedur dan pedoman yang menjadi acuan dalam pengelolaan risiko, selain juga secara berkala meninjau ulang daftar risiko (risk register) yang telah disusun untuk memastikan bahwa identifikasi dan pengendalian risiko dalam dokumen tersebut masih relevan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Proses Pengelolaan Risiko Operasional Di Perusahaan Air Minum (Studi Kasus: Pt Aetra Air Tangerang)id
dc.subject.keywordMatriks Probabilityid
dc.subject.keywordPerusahaan Air Minumid
dc.subject.keywordRisiko Operasionalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record