| dc.description.abstract | Peran word of mouth sangat penting bagi merk, organisasi, atau bisnis yang
memiliki sedikit anggaran dalam memasarkan produk atau jasa. Pemasaran
dengan word of mouth membutuhkan biaya yang minim dibandingkan dengan
menggunakan media iklan, salah satunya digunakan untuk memasarkan jasa
dibidang kesehatan yaitu klinik. Klinik sebagai salah satu dari prasarana kesehatan
yang mudah ditemui di berbagai daerah, termasuk di perumahan padat penduduk.
Klinik dr.Rahman Medical Center sebagai penyedia jasa dibidang kesehatan,
dalam kegiatannya menggunakan word of mouth kepada pasien. Faktor ini yang
diduga dapat membuat klinik dr.Rahman Medical Center mampu bertahan dan
terus berkembang meskipun jumlah kunjungan pasien dari tahun 2013-2017
cenderung mengalami penurunan serta tidak sesuai dengan target yang ditentukan.
Variabel dalam penelitian ini adalah variabel word of mouth, variabel
marketing mix yang terdiri dari 7 dimensi (produk, harga, tempat, promosi,
personel, proses, dan bukti fisik), variabel persepsi resiko yang terdiri dari 5
dimensi (finansial, kinerja, psikologis, fisik, waktu), dan variabel kepuasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing mix terhadap
persepsi resiko, pengaruh marketing mix terhadap kepuasan, pengaruh persepsi
resiko terhadap kepuasan, pengaruh marketing mix terhadap word of mouth,
pengaruh persepsi resiko terhadap word of mouth, dan pengaruh kepuasan
terhadap word of mouth.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode survey dengan
kuisoner. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 200 orang responden
dengan menggunakan teknik accidental sampling. Responden dalam penelitian ini
adalah pasien klinik dr.Rahman Medical Center yang pernah berobat minimal satu
kali. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
Structural Equation Model (SEM) dengan software SPSS16.0 dan LISREL8.70.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa variabel
marketing mix berpengaruh positif terhadap persepsi resiko dengan nilai koefisien
jalur = 0.34 dan t-hitung 4.75, marketing mix berpengaruh positif terhadap
kepuasan dengan nilai koefisien jalur = 0.80 dan t hitung = 10.67, persepsi resiko
berpengaruh negatif terhadap kepuasan dengan nilai koefisien jalur = -0.21 dan thitung
= 3.03 , marketing mix berpengaruh positif terhadap word of mouth dengan
nilai koefisien jalur = 0.59 dan t-hitung = 6.72. Variabel marketing mix yang
mempengaruhi paling besar ialah dimensi produk dengan loading factor 0.94 dan
t-hitung 15.58 dengan variabel penggunaan obat yang paling berkontribusi. Pada
persepsi resiko diperoleh bahwa berobat kepada dr. Rahman (personel dan dokter
yang ahli) berpengaruh sangat besar bagi psikologis responden, dengan loading
factor 0.69 dan t-hitung 6.50. Sedangkan pada variabel kepuasan, pelayanan
pegawai paling berkontribusi dengan loading factor 0.86 dan t-hitung 12.46.
Variabel kontribusi pada word of mouth ialah melakukan posting status dengan
loading factor 0.71 dan t-hitung 10.54. Persepsi resiko berpengaruh negatif
terhadap word of mouth dengan nilai koefisien jalur = -0.38 dan t-hitung = 5.45, dan kepuasan berpengaruh positif terhadap word of mouth dengan nilai koefisien
jalur = 0.32 dan t-hitung = 4.63.
Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa
manajemen klinik dr.Rahman Medical Center perlu meningkatkan pelayanan
pegawai, meningkatkan komunikasi kepada pengunjung, dan meyakinkan pasien
bahwa klinik ini mempunyai dokter yang ahli termasuk dr.Rahman. Hal yang
berhubungan dengan media sosial yaitu mengembangkan penggunaan media
sosial dan memanfaatkan Whatsapp, Facebook,dan Instagram sebagai alat yang
tepat untuk penerapan strategi pemasaran di klinik dr. Rahman. | |