| dc.description.abstract | Perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut untuk menghasilkan SDM yang
berkualitas dan berkompetensi sesuai kebutuhan pasar (dunia kerja), tetapi lebih
dari itu, perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjawab
kebutuhan teknologi nasional, menyiapkan teknologi yang dibutuhkan oleh
industri, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pemanfaatan teknologi
dalam negeri oleh industri di Indonesia yang rendah antara lain disebabkan proses
alih teknologi dari penghasil teknologi yaitu perguruan tinggi belum berjalan
dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi alih teknologi
kelapa sawit dari perguruan tinggi ke industri berdasarkan analisis informasi paten.
Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan desain riset content
analysis data sekunder berupa dokumen paten yang diakses secara online
(pangkalan data Patent Inspiration dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) dan survei data
primer melalui wawancara dan pengisian kuesioner. Total aplikasi (dokumen) paten
kelapa sawit di dunia yang diperoleh adalah 695 dokumen paten dan di Indonesia
sebanyak 331 dokumen paten. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan
cara penyebaran kuesioner secara online maupun manual. Pemilihan responden
pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode
purposive sampling. Jumlah sampel yang diambil menggunakan metode accidental
sampling (merujuk pada ketersediaan subjek yang memungkinkan diperoleh oleh
peneliti) dengan jumlah sampel yang diperoleh adalah sebanyak 36 responden, yang
terdiri atas 52.78% mewakili peneliti kelapa sawit dari perguruan tinggi, 44.44%
mewakili perusahaan/profesional di bidang kelapa sawit, dan 2.78% mewakili
Pemerintah.
Analisis data kuantitatif informasi paten mengkaji empat aspek yaitu 1)
siklus hidup teknologi, 2) klasifikasi teknologi berdasarkan International Patent
Classification (IPC), 3) Penghasil paten, dan 4) ukuran pasar. Analisis data
kuantitatif informasi paten dunia menggunakan perangkat lunak Patent Inspiration
dan program Microsoft Excell dan analisis data kuantitatif informasi paten
Indonesia menggunakan program Microsoft Excell. Analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi proses alih teknologi dari perguruan tinggi ke industri mengkaji 5
faktor, yaitu 1) teknologi yang ditawarkan, 2) penghasil teknologi (perguruan
tinggi), 3) penerima teknologi (industri), 4) pasar, dan 5) pengaruh pemerintah.
Teknik pengolahan dan analisis data faktor-faktor yang mempengaruhi proses alih
teknologi kelapa sawit menggunakan model analisis faktor konfirmatori
(Confirmatory Factor Analysis/CFA) dengan pendekatan metode Partial Least
Square (PLS). Perumusan strategi alih teknologi kelapa sawit dari perguruan tinggi
ke industri berdasarkan analisis informasi paten dilakukan menggunakan analisis
SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) kualitatif.
Hasil pemetaan teknologi kelapa sawit berdasarkan analisis informasi paten
pada penelitian ini memperlihatkan perkembangan teknologi kelapa sawit sedang
dalam tren meningkat atau tahap pertumbuhan. Teknologi-teknologi yang banyak
dikembangkan adalah teknologi proses produksi minyak dan lemak dari bahan mentah kelapa sawit dan pemanfaatan enzim untuk sintesis senyawa organik,
pengolahan limbah cair dan pupuk dari limbah kelapa sawit, budidaya atau
pembibitan kelapa sawit, sediaan obat dari herbal, dan pemanfaatan biomassa
kelapa sawit untuk papan partikel. Malaysia melalui Malaysian Palm Oil Board
(MPOB) menjadi penghasil teknologi kelapa sawit terbesar. Pemohon paten kelapa
sawit didominasi oleh kelompok perusahaan dan permohonan paten bersama
perguruan tinggi-industri hanya mencapai 3.02% dari 695 aplikasi paten.
Indikator-indikator dan faktor-faktor yang dikaji pada penelitian ini secara
signifikan memberikan pengaruh pada proses alih teknologi dari perguruan tinggi
ke industri. Faktor yang paling lemah dalam mengukur pemanfaatan atau alih
teknologi kelapa sawit dari perguruan tinggi ke industri adalah faktor pengaruh
pemerintah, sedangkan faktor yang paling dominan dalam mengukur pemanfaatan
atau alih teknologi kelapa sawit dari perguruan tinggi ke industri adalah faktor
penghasil teknologi (perguruan tingg).
Berdasarkan analisis SWOT, rumusan strategi alih teknologi kelapa sawit dari
perguruan tinggi ke industri berdasarkan analisis informasi paten yang
direkomendasikan adalah 1) peningkatan kuantitas dan kualitas riset aplikatif agar
siap diimplementasikan ke skala industri dan berdaya saing global; 2) peningkatan
kapasitas serta pemahaman dan kepedulian para pemangku kepentingan di bidang
kelapa sawit terhadap sistem KI, khususnya paten; dan 3) optimalisasi sinergi
Academician, Business, Government (A-B-G) melalui program-program promosi
dan alih teknologi. | |