| dc.description.abstract | Agribisnis sebagai salah satu sektor penggerak perekonomian nasional
memiliki peran dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan negara, namun
ada kesulitan lain yang mana sektor ini memiliki karakteristik usaha yang memiliki
risiko tinggi yang menyebabkan para pelaku usaha agribisnis mengalami kesulitan
dalam pengembangan usahanya. Salah satu hal yang menjadi permasalahan ialah
permodalan. Modal sebagai sumber pendanaan baik jangka panjang maupun jangka
pendek menjadi hal yang sangat penting dalam suatu pengembangan usaha.
Penentuan kebijakan permodalan yang baik akan memberikan manfaat bagi
perusahaan baik penghematan dan juga kemampuan untuk melakukan ekspansi
sehingga dapat meningkatkan profitabilitas yang akan berimbas kepada
peningkatan nilai perusahaan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder berupa annual
report perusahaan dan data statistik BEI. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif berupa analisis statistika dan ekonometrika. Jumlah perusahaan yang
menjadi sampel pada penelitian ini sebanyak 16 perusahaan dengan waktu
pengamatan dari tahun 2012 hingga tahun 2016. Teknik pengolahan dan analisis
data yang digunakan adalah (1) Analisis struktur modal, kinerja keuangan
perusahaan, dan nilai perusahaan dengan menghitung nilai rata-rata dengan
menggunakan software Microsoft Excel 2013, (2) Analisis regresi data panel
digunakan untuk menguji pengaruh struktur modal dan kinerja keuangan
perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan software Eviews 9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dalam menentukan kombinasi
struktur modalnya berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya
serta disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Ini terlihat dari adanya sebanyak
63% atau sebagian besar perusahaan menggunakan utang sebagai sumber
pendanaan tetapi sebanyak 37% perusahaan masih menggunakan ekuitasnya
sebagai sumber pendanaannya. Nilai perusahaan (PBV) agribisnis yang
digambarkan dengan harga sahamnya yang ditawarkan di pasar masih lebih tinggi
dibandingkan harga yang ditawarkan perusahaan.
Analisis pengaruh struktur modal dan kinerja keuangan perusahaan
terhadap nilai perusahaan diperoleh hasil bahwa struktur modal (DER) dan kinerja
keuangan perusahaan (ROA & ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
nilai perusahaan (PBV). Sedangkan variabel kontrol pertumbuhan perusahaan
(GROWTH), kebijakan dividen (DPR) dan ukuran perusahaan (SIZE) berpengaruh
secara tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mana ukuran perusahaan
dan kebijakan dividen berpengaruh positif, sedangkan pertumbuhan perusahaan
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. | |