| dc.description.abstract | Industri otomotif yang terus berkembang dan menunjukkan peningkatan
dari tahun ke tahun. Penjualan yang meningkat ini menunjukkan bahwa minat
masyarakat untuk dapat memiliki kendaraan baru masih cukup tinggi.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia
(Gaikindo), penjualan wholesales kendaraan roda empat sepanjang 2017 lalu
mencapai 1.079.308 unit. Dan di tahun 2018 mencapai 1,1 juta unit kendaraan
roda empat yang terjual.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model bisnis PT
TAF saat ini., menganalisis SWOT nya, serta merumuskan strategi perbaikan
untuk pengembangan bisnis kedepannya. Pengambilan data menggunakan metode
purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 7 orang. Analisis data
menggunakan BMC, analisis IFE, EFE, matrix SWOT, dan juga QSPM. Dengan
semua analisis di atas menghasilkan strategi prioritas untuk mengembangkan
bisnis perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian, dari sembilan elemen yang ada di BMC
diketahui ada dua elemen yang potensial untuk dikembangkan yaitu channel dan
revenue streams. Kedua elemen ini menunjukkan angka untuk Strength,
Weakness, Opportunities, dan Threat tertinggi dan menjadi elemen potensial
untuk dapat dikembangkan. Masing-masing elemen terpilih kemudian akan
ditetapkan beberapa strategi alternative untuk dapat dikembangkan dan dipilih
strategi prioritas.
Dari elemen tersebut diperoleh 6 strategi yang dapat dikembangkan oleh
PT TAF. Keenam strategi tersebut yaitu:
1. Membuat aplikasi (digitalisasi) informasi, simulasi, pengajuan kredit
untuk konsumen dan dealer.
2. Memberikan pembiayaan dengan bunga rendah untuk konsumen RO
(Repeat Order) atau AO (Additional Order).
3. Menambahkan jumlah sales officer di dealaer untuk meningkatkan
penjualan.
4. Membuka kantor cabang baru.
5. Meningkatkan spread (margin keuntungan) dari konsumen yang akan
lunas atau sudah lunas (history kredit baik) dengan program pembiayaan
non retail.
Meningkatkan nilai kontes (reward) untuk pihak dealer.
Dari keenam strategi tersebut ada dua strategi yang akan menjadi prioritas
dan dapat dikembangkan. Kedua strategi tersebut yaitu membuat aplikasi
(digitalisasi) informasi, simulasi, pengajuan kredit untuk konsumen dan dealer
dengan nilai TAS (Total Attractiveness Score) 6.733 yang merupakan TAS
tertinggi. Sedangkan strategi kedua yaitu Meningkatkan spread (margin
keuntungan) dari konsumen yang akan lunas atau sudah lunas (history kredit baik)
dengan program pembiayaan non retail dengan TAS 6.649. | |