| dc.description.abstract | Bisnis retail merupakan bisnis yang masih memiliki peluang untuk berkembang
karena dampak bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia namun ditengah
peluang tersebut, bisnis retail modern saat ini justru sedang mengalami kelesuan. Hal
ini diketahui akibat pergeseran minat konsumen membeli secara offline menjadi online
sehingga memicu pertumbuhan marketplace online sebagai alternatif belanja.
Gambaran kondisi persaingan usaha yang semakin ketat pada bisnis retail membuat
bisnis retail modern perlu memiliki keunggulan tersendiri untuk dapat
mempertahankan bisnisnya dengan cara meningkatkan niat pembelian ulang
konsumen retail modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh persepsi kepadatan, citra toko, dan motif belanja terhadap emosi dan niat
pembelian ulang konsumen pada retail modern serta merumuskan strategi pemasaran
yang tepat untuk meningkatkan niat pembelian ulang konsumen pada retail modern.
Populasi dalam penelitian adalah seluruh pelanggan hypermarket dan
supermarket. Responden penelitian ditentukan dengan melakukan teknik pengambilan
sampel dengan metode voluntary. Responden yang dipilih adalah pelanggan yang
mengunjungi retail modern yakni minimal tiga kali dalam satu bulan terakhir dan
memiliki kriteria usia minimal 18 tahun. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel
sebanyak 244 individu. Variabel endogen (Y) pada penelitian ini adalah emosi dan niat
pembelian ulang, sedangkan variabel eksogen (X) pada penelitian ini adalah persepsi
kepadatan, citra toko, dan motif belanja. Teknik pengolahan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan software
LISREL 8.7 serta analisis deskriptif menggunakan SPSS 24.
Berdasarkan hasil penelitian, pengunjung retail modern didominasi oleh wanita
berusia 25 – 34 tahun, yang bekerja sebagai pegawai swasta. Pada rentang usia
tersebut, pelanggan umumnya memilih berbelanja di supermarket dibandingkan
hypermarket. Frekuensi berbelanja yang dilakukan beragam, namun umumnya
berkisar 3 – 5 kali dalam satu bulan. Tujuan dan alasan pelanggan melakukan
perbelanjaan ke retail modern supermarket adalah untuk berbelanja kebutuhan pokok
dengan harga yang lebih murah, sedangkan bagi pelanggan hypermarket tujuan dan
alasan melakukan perbelanjaan adalah untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan
situasi yang nyaman. Selain tujuan dan alasan tersebut, jarak turut menjadi
pertimbangan pelanggan untuk berbelanja pada suatu retail modern.
Tingkat evaluasi kecocokan model pada penelitian masuk kedalam kategori
good fit, artinya rancangan model penelitian dapat digunakan untuk menilai persepsi
kepadatan, citra toko, emosi dan niat pembelian ulang sehingga pengujian hipotesis
teori dapat dilakukan. Setelah dilakukan uji kecocokan model penelitian, seluruh
indikator pengukuran telah mencerminkan konstruk laten pada model sehingga seluruh
indikator pada tiap konstruk laten dianggap telah valid untuk digunakan sebagai
pengukuran konstruk latennya. Pada uji kecocokan model stuktural, persepsi
kepadatan diketahui memiliki pengaruh terbesar pada emosi, citra toko, dan niat
pembelian ulang pelanggan retail modern. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: 1)
Persepsi kepadatan berpengaruh positif signifikan terhadap emosi dan citra toko
namun berpengaruh negatif signifikan terhadap niat pembelian ulang; 2) Citra toko
berpengaruh positif signifikan terhadap emosi dan niat pembelian ulang; 3) Motif
belanja berpengaruh positif signifikan terhadap emosi; dan 4) Emosi berpengaruh
positif signifikan terhadap niat pembelian ulang.
Berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA), urutan atribut
yang menjadi prioritas utama dalam meningkatkan minat pembelian ulang adalah
kesibukan yang tidak mengganggu, kesesuaian harga dengan kualitas, pegawai yang
lemah lembut, dan jaminan kualitas produk. Implikasi manajerial yang dapat dilakukan
diantaranya adalah pengurangan aktivitas operasional yang tidak penting, penysuaian
harga dengan kualitas barang yang dijual, pelaksanaan audit dan evaluasi terkait
kualitas dan pelayanan pada retail modern merupakan implikasi manajerial yang dapat
dilakukan oleh manajemen retail modern untuk meningkatkan niat pembelian ulang
pelanggan. | |