Pengukuran dan Perbaikan Kinerja Logistik Daging Beku Impor Di Perum Bulog Indonesia
View/ Open
Date
2019Author
Nanditasari, Rizki
Sukardi
Ma'Arif, M.Syamsul
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemerintah Republik Indonesia memberikan penugasan kepada Perum
BULOG untuk memenuhi kebutuhan pangan beberapa komoditas berdasarkan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016. Melalui Rapat
Koordinasi Terbatas (Rakortas) 13 September 2016 Perum BULOG mendapatkan
penugasan impor daging kerbau beku sebanyak 100.000 ton yang terbagi ke dalam
dua tahap yaitu Tahap I 30.000 ton dan Tahap II 70.000 ton. Dalam pelaksanaan
aktivitas logistik daging beku impor Perum BULOG menemui kendala dari segi
perencanaan dan pengendaliam barang. Sehingga pada penugasan ini Perum
BULOG belum dapat memenuhi kuota penugasan. Untuk mengetahui sampai
sejauh mana perkembangan dari setiap aspek dalam aktivitas logistik daging beku
impor yang dijalankan oleh Perum BULOG maka perlu dilakukan pengukuran
kinerja logistik agar Perum BULOG dapat memenuhi kuota penugasan untuk
kebutuhan dalam negeri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi
aktivitas logistik daging beku impor yang dijalankan oleh Perum BULOG,
melakukan pengukuran kinerja logistik daging beku impor di Perum BULOG, dan
merumuskan rekomendasi perbaikan dari hasil pengukuran kinerja logistik daging
beku impor untuk memenuhi kuota impor penugasan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk
menggambarkan fakta dari permasalahan tertentu secara factual dan sistematis.
Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh
melalui wawancara semi-struktur dan kuesioner. Narasumber pada wawancara
semi-struktur yaitu Direktur Operasional, Kepala Divisi Pengadaan, Kepala Divisi
Penjualan, Kepala Divisi P2A dari Perum BULOG, dan Direktur Operasional PT.
Jasa Prima Logistik (PT. JPL). Data sekunder diperoleh dari studi kepustakan
dengan mempelajari dan menelaah berbagai literatur yang berhubungan dengan
penelitian.
Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu analisis deskriptif melalui metode wawancara untuk mengidentifikasi
aktivitas logistik daging beku impor yang dijalankan oleh Perum BULOG.
Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa aktivitas logistik daging beku
impor yang dijalankan oleh Perum BULOG terbagi menjadi 3 (tiga) tahap, yang
dimulai dari mekanisme penugasan, mekanisme impor, dan mekanisme penjualan.
Aktivitas logistik diawali dari RAKORTAS yang menghasilkan penugasan sesuai
dengan kuota impor yang ditetapkan. Kemudian perencanaan jumlah daging yang
diimpor dilakukan dengan menghubungi beberapa supplier yang
direkomendasikan oleh Kementrian Pertanian. Selanjutnya pendistribusian daging
beku dari India dilakukan menggunakan kapal menuju Tanjung Priok. Kemudian
daging beku tersebut distribusikan kebeberapa cold storage untuk disimpan dan
dilakukan proses penjualan kepada distributor. Pengukuran kinerja logistik
menggunakan Logistic Scorecard dimulai dengan tahap pertama yaitu perumusan
strategi menggunakan anilisis SWOT berdasarkan hasil identifikasi faktor internal
dan eksternal Perum BULOG. Tahap kedua adalah penentuan Key Performance
Indicator (KPI) dari masing-masing strategi yang telah dirumuskan dan kemudian
dikelompokkan ke dalam perspektif Logistic Scorecard. Tahap ketiga adalah
pembobotan KPI menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP).
Tahap keempat adalah menyusun form pengukuran kinerja logistik berdasarkan
hasil pembobotan KPI. Tahap terakhir adalah pengukuran kinerja logistik.
Pengukuran kinerja logistik dilakukan untuk mengetahui kondisi dari logistik
daging beku impor yang dijalankan oleh Perum BULOG saat ini yang ditunjukan
dengan posisi kinerja logistik berada pada level berapa. Hasil pengukuran kinerja
logistik daging beku perum BULOG berada pada level 2 yaitu kinerja logistik
buruk.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja logistik masih perlu adanya perbaikan
yang dilihat dari dua skor KPI terendah yaitu peta bisnis komoditas daging beku
sebesar 0,007 dan terpenuhinya cold chain daging beku sebesar 0,033. Oleh sebab
itu rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah pembuatan peta bisnis komoditas
daging beku impor dan membuat strategi distribusi Direct Shipping.
Penggunaan Logistic Scorecard sebelumnya digunakan untuk pengukuran
kinerja logistik pada industri ototmotif. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat
melakukan perumusan strategi beserta KPI logistik nya lebih detail agar
pengukuran kinerja lebih terukur. Selain itu diharapkan hasil dari pengukuran
kinerja logsitik ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
memperbaiki aktivitas logistik daging beku impor yang sudah dijalankan.
Collections
- MT - Business [4057]
