| dc.description.abstract | Peningkatan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2016
didorong oleh adanya peningkatan konsumsi serta membaiknya tingkat investasi
seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan
pemerintah. Meningkatknya pembangunan infrastruktur akan berdampak pada
meningkatnya anggaran belanja pemerintah. Dalam mendanai anggaran belanja
tersebut, pemerintah menggunakan sumber pendanaan yang berasal dari
pendapatan negara dan utang. Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN)
merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperoleh pembiayaan
pembangunan jangka panjang.
Adanya informasi pembaruan peringkat SUN dari Fitch Ratings pada
Desember 2017 menjadi sentimen positif bagi investor. Ketidakpastian The Fed
dalam menentukan suku bunga acuan membuat pasar obligasi rentan dan volatil
sehingga pasar tidak dapat bertahan dengan adanya sentimen positif. Selain itu,
penarikan modal asing juga dapat saja terjadi mengingat adanya peningkatan
kepemilikan asing pada SUN sehingga membuat SUN rawan tekanan.
Hasil dari penelitian ditemukan bahwa model EGARCH adalah model
terbaik yang digunakan untuk melihat volatilitas return obligasi pemerintah.
Volatilitas asimetrik ditemukan pada return obligasi pemerintah jangka pendek,
menengah, dan panjang. Informasi atau berita negatif memberikan dampak yang
lebih besar dibandingkan informasi atau berita positif pada return obligasi jangka
pendek, menengah, dan panjang pada magnitude yang sama.
Inflasi tidak berpengaruh signifikan pada return obligasi jangka pendek dan
berpengaruh signifikan positif pada return obligasi jangka menengah dan panjang.
Suku bunga deposito, effective federal funds rate (EFFR), dan return Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) berpengaruh signifikan positif pada return
obligasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Nilai tukar berpengaruh
signifikan negatif pada return obligasi jangka pendek, menengah, dan panjang. | |