| dc.description.abstract | Terjadi perubahan teknologi pada industri telekomunikasi yang menyebabkan
pergeseran tren penggunaan layanan seluler yang semula dari voice dan SMS
menjadi layanan data. Meningkatnya pertumbuhan layanan data memerlukan pita
frekuensi yang lebih lebar dan sesuai dengan teknologi yang berkembang. Dengan
demikian, operator telekomunikasi perlu melakukan investasi agar dapat terus eksis
di bisnis telekomunikasi. Investasi tersebut diantaranya untuk pengembangan
infrastrukur layanan dalam rangka meningkatkan kualitas, mengakuisisi pelanggan
ataupun ekspansi bisnis.Untuk keperluan investasi dan operasional, dana
perusahaan berasal dari dua sumber dana yaitu sumber dana internal dan sumber
dana eksternal. Dengan adanya dua sumber tersebut, maka perusahaan perlu
menentukan struktur modalnya. Dalam manajemen keuangan proporsi antara
jumlah dana dari dalam dan luar perusahaan dikenal dengan struktur modal.
Struktur modal merupakan rasio utang dengan ekuitas.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan struktur modal
antar perusahaan secara individu maupun berdasarkan struktur kepemilikannya, (2)
menganalisis karakteristik perusahaan terhadap struktur modal baik secara agregat
maupun berdasarkan struktur kepemilikan, (3) untuk menganalisis kecepatan
penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan dalam menyesuaikan target struktur
modal. Penelitian dilakukan pada perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang
terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2011-2017.
Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan uji parametrik dan non
parametrik. Uji non parametrik untuk menguji perbedaan atau keragaman struktur
modal antar perusahaan dalam industri telekomunikasi. Sementara uji parametrik
digunkan untuk menguji hubungan karakteristik perusahaan dengan struktur modal
dan kecepatan penyesuaian perusahaan terhadap target struktur modal. Uji
parametrik menggunakan partial adjustment model. Partial adjustment model
adalah salah satu model dari ekonometrika dinamis dengan memperhitungkan unsur
lag.
Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan rerata struktur modal antar
masing-masing perusahaan. Hasil analisis data panel dinamis menunjukan bahwa
variabel yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan telekomunikasi berbedabeda
antar perusahaan. Namun secara garis besar diperoleh hasil bahwa
profitability, age, size, risk dan growth mempengaruhi struktur modal. TIga dari
empat perusahaan yang dijadikan objek penelitian melakukan kecepatan
peyesuaian target struktur modal. Perusahaan tersebut adalah ISAT, EXCL dan
FREN. Sementara TLKM berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak
melakukan penyesuaian target struktur modal. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa adalah ISAT, EXCL dan FREN menganut prinsip TOT, sementara TLKM
cenderung menggunakan prinsip POT. Tingkat kecepatan penyesuaian target
struktur modal juga bervariasi antar perusahaan. | |