| dc.description.abstract | Tingkat persediaan bahan baku merupakan salah satu faktor yang sangat
mempengaruhi kegiatan produksi sebuah perusahaan. Persediaan diperoleh dari
pemasok yang ditunjuk berdasarkan kriteria yang diinginkan perusahaan.
Perusahaan harus dapat menjaga hubungan baik dengan pemasok agar di
kemudian hari tidak terdapat masalah dengan ketersediaan bahan baku
perusahaan. Sangat penting bagi perusahaan untuk menjamin ketersediaan bahan
baku dan juga memenuhi standar efisiensi persediaan bahan baku. Salah satu
faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi perusahaan adalah hasil peramalan
perusahaan mengenai kebutuhan bahan bakunya. PT XYZ selama ini melakukan
pemenuhan bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksinya namun belum dapat
mencapai efisiensi persediaan
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi bisnis dan fungsional
perusahaan dalam menjaga hubungan dengan pemasok dalam pemenuhan bahan
baku. Selain itu juga bertujuan untuk merumuskan kebijakan pengelolaan bahan
baku yang efisien bagi PT XYZ serta memberikan alternatif solusi dalam
pengendalian bahan baku. Pertama-tama bahan baku akan diklasifikasikan dengan
menggunakan metode ABC. Bahan baku dengan kriteria kelas A akan dinilai
tingkat kesalahan peramalan persediaan bahan bakunya, kemudian melihat jumlah
optimum jika menggunakan metode yang terbaik dari metode peramalan
pembanding. Total biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam satu periode akan
dibandingkan dengan metode EOQ. Pasokan pengaman juga dihitung untuk
mengetahui tingkat pengaman untuk tiap bahan baku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memiliki berbagai
alternatif strategi bisnis diantaranya adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas
manajemen persediaan. Selain itu perusahaan juga menjalankan strategi
fungsionalnya melalui hubungan partnership tipe pertama sehingga mampu
menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan perusahaan pemasok. Beberapa
kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan pemasok diantaranya harga, waktu
pengiriman, tempo pembayaran, kuaitas, dan legalitas perusahaan. Setiap bahan
baku memiliki pemasoknya masing-masing, bahkan satu bahan baku bisa dipasok
oleh beberapa pemasok minimal dua pemasok.
Bahan baku yang digunakan saat ini diklasifikasikan dengan metode ABC.
Perhitungan kesalahan peramalan berdasarkan nilai MAD dilakukan dengan
membandingkan kesalahan peramalan perusahaan dengan beberapa metode
(metode kuadratik, linear, moving average, dan double exponential smoothing).
Terdapat empat jenis bahan baku untuk tahun 2016 yang memiliki nilai kesalahan
lebih rendah (menggunakan metode perusahaan) dibanding metode pembanding.
Sedangkan untuk tahun 2017 hanya satu jenis bahan baku yang memiliki nilai
kesalahan lebih kecil (menggunakan metode perusahaan) dibanding metode
pembanding lainnya. Berdasarkan metode terbaik, kemudian dihitung peramalan
untuk tahun 2018. Hasil perbandingan perhitungan total biaya dengan
menggunakan metode perusahaan dan metode penelitian, memperlihatkan
perbandingan total biaya untuk data tahun 2016 dan 2017.
Penggunaan metode sediaan pengaman sangat penting untuk mencegah
terjadinya kehabisan bahan baku. Berdasarkan efisiensi total biaya yang
dihasilkan selama ini, menunjukkan bahwa penggunaan sediaan pengaman belum
diperhatikan oleh perusahaan dengan baik. Sistem pemesanan yang dilakukan
perusahaan selama ini juga belum memberikan pengaruh positif terhadap efisiensi
perusahaan dalam pemenuhan bahan baku. | |