| dc.description.abstract | Work engagement merupakan suatu konsep yang penting pada perilaku
karyawan di organisasi. Karyawan yang memiliki tingkat keterikatan kerja tinggi
akan menunjukkan performa terbaiknya, karena karyawan merasa terhubung
sepenuhnya dan menikmati pekerjaannya. Karyawan bekerja dengan semangat,
dedikasi dan penghayatan dalam bekerja. Sebaliknya, indikasi dari menurunnya
tingkat keterikatan adalah tingginya tingkat absensi, meningkatnya turnover
karyawan dan menurunnya prestasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh job characteristics dan leader member exchange (LMX)
terhadap work engagement karyawan PT Elangperdana Tyre Industry.
Data dikumpulkan dengan metode survei dengan menggunakan kuesioner.
Sebanyak 395 responden berpartisipasi pada penelitian ini yang didapatkan
dengan metode stratified random sampling. Hasil SEM menunjukkan bahwa job
characteristics dan LMX memberikan pengaruh langsung positif dan signifikan
terhadap work engagement. Semakin tinggi job charactecristics dan LMX
semakin tinggi work engagement. Efek moderasi LMX atas pengaruh job
characteristics terhadap work engagement juga dianalisis dalam penelitian ini
yang menunjukkan pengaruh positif. Hasilnya, semakin baik LMX yang
ditunjukkan dengan skor yang tinggi maka semakin meningkatkan pengaruh job
characteristics terhadap work engagement.
Implikasi managerial yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah (1)
pimpinan organisasi dapat mempertahankan serta meningkatkan job
characteristics dengan establishing client relationship. Metode ini dapat
dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berhubungan
langsung dengan klien atau pihak yang menerima hasil kerjanya. Cara ini
membuat karyawan mengetahui seberapa baik hasil kerjanya untuk klien (feeback
from job itself) dan mempelajari berbagai keahlian tambahan untuk berinteraksi
dengan klien (skill variety). (2) Manajemen dapat memberikan pelatihan
kepemimpinan pada level kelompok yang paling kecil sekalipun agar atasan dapat
mengelola kelompok kerja, sehingga pekerjaan yang harus diselesaikan secara
kelompok dapat terselesaikan dengan baik. (3) Atasan juga diharapkan untuk
dapat memunculkan rasa hormat dari bawahan dengan perilaku yang profesional
sehingga terbangun rasa penghargaan karyawan pada atasan.
Saran untuk penelitian lebih lanjut, model ini dapat diterapkan di industri
yang berbeda karena dapat memiliki kondisi kerja yang berbeda. Karyawan pada
industri yang diteliti dapat memiliki persepsi yang berbeda tentang dimensi job
characteristics dan LMX serta pengaruhnya terhadap keterlibatan kerja. Efek
moderasi LMX pada pengaruh job characteristics pekerjaan juga dapat berbeda di
tingkat tugas yang dipengaruhi latar bisnis dan operasional perusahaan. | |