| dc.description.abstract | Sektor properti di Indonesia masih menjadi salah satu pilihan primadona
bagi investor. Hal ini dibuktikan oleh realisasi investasi pada lima sektor yang
paling diminati kuartal I tahun 2018, urutan pertama adalah sektor properti. Begitu
juga dengan trend realisasi investasi sektor properti lima tahun terakhir juga
menunjukkan peningkatan yang tinggi, baik PMDN mapun PMA. Sektor properti
memiliki kemampuan multiplier effect yang kuat terhadap sektor lain. Sektor
properti memiliki turunan industri yang sangat banyak dimana terbagi menjadi
turunan industri backward yaitu terkait industri yang menyediakan produk
kebutuhan properti sebelum dibangun dan forward yaitu terkait industri yang
menyediakan produk kebutuhan properti setelah selesai dibangun. Namun jika
dilihat dari pertumbuhan PDB sektor properti dan real estate mengalami trend
yang menurun sejak tahun 2013–2017 dan indeks harga saham sub sektor properti
dan real estate juga mengalami penurunan sejak akhir tahun 2016.
Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengukur nilai perusahaan
adalah dengan menghitung price to book value (PBV). PBV mengambarkan
seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Rasio PBV
yang semakin tinggi mengindikasikan harga saham yang semakin tinggi. Investor
dapat memprediksi saham-saham yang mengalami undervalued atau overvalued
dengan melihat PBV, sehingga dapat menentukan strategi investasi yang sesuai
dengan harapan investor untuk memperoleh deviden dan capital gain yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor internal dan
eksternal perusahaan terhadap nilai perusahaan sub sektor properi dan real estate
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Nilai perusahaan
dalam penelitian ini diukur dengan Price to Book Value (PBV). Faktor internal
yang dipilih adalah struktur modal yang dihitung dengan Debt Equity Ratio
(DER), asset growth, dan profitabilitas yang dihitung dengan Return on Equity
(ROE). Sedangkan faktor eksternal yang dipilih adalah inflasi, kurs dan
pertumbuhan ekonomi. Pengambilan contoh menggunakan metode purposive
sampling dengan kriteria sampel merupakan perusahaan di industri sektor properti
dan real estate yang memiliki laporan keuangan periode kuartal tahun 2013
hingga 2017 yang lengkap, dan diperoleh 20 perusahaan. Metode pengolahan data
menggunakan regresi data panel dengan bantuan software E-views 9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal DER, ROE, dan asset
growth berpengaruh positif terhadap PBV. Faktor ekternal inflasi berpengaruh
positif terhadap PBV, sedangkan kurs berpengaruh negatif terhadap PBV, dan
PDB tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. | |