Show simple item record

dc.contributor.advisorHasbullah, Rokhani
dc.contributor.advisorJahroh, Siti
dc.contributor.authorDarmi
dc.date.accessioned2025-08-07T10:25:37Z
dc.date.available2025-08-07T10:25:37Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168061
dc.description.abstractRumput laut merupakan sumberdaya hayati yang sangat berlimpah di perairan Indonesia yang merupakan aspek potensial untuk dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa potensi besar rumput laut di Indonesia untuk dikembangkan dan menjadi produk unggulan komoditi ekspor Indonesia yang penting. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi memiliki produksi rumput laut yang lebih rendah dari provinsi lain di Sulawesi. Meskipun demikian, provinsi ini memiliki luas lahan yang paling luas yaitu sebesar 54 770 hektar. Kabupaten Buton adalah salah satu Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi pengembangan rumput laut yang sangat tinggi yaitu 9 825 hektar, tetapi hingga tahun 2016 Hal ini jauh menurun apabila melihat potensi pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Sehingga perlu dilakukan pengembangan strategi usaha rumput laut di Kabupaten Buton. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha rumput laut di Kabupaten Buton; 2) Merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha rumput laut di Kabupaten Buton; dan 3) Menentukan prioritas strategi dan implikasi manajerial untuk meningkatkan pengembangan usaha rumput laut di Kabupaten Buton. Metode penelitian menggunakan Matriks IFE/EFE, Matriks SWOT dan Matriks QSPM. Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 5 orang, diambil melalui wawancara pada bulan februari 2018. Hasil Matriks IFE/EFE pada penelitian ini menghasilkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha rumput laut yang terdiri dari faktor utama kekuatan merupakan komoditas budidaya unggulan, faktor kelemahan utama belum mampu memenuhi permintaan yang ada, faktor peluang utama permintaan pasar rumput laut yang besar, dan faktor ancaman utama penyakit ice-ice. Hasil Matriks SWOT terdiri dari 8 alternatif strategi yaitu 1) perluasan areal budidaya rumput laut; 2) peningkatan peran kelembagaan di setiap stakeholder rumput laut (petani, distibusi, pemasaran dan pemerintah); 3) penguatan strategi harga; 4) peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing rumput laut; 5) keikutsertaan pemerintah secara intensif dalam pengembagan pembinaan dan pelatihan SDM; 6) evaluasi dan analisis manajemen risiko budidaya rumput laut di Kabupaten Buton; 7) penerapan teknologi tepat guna, dalam peningkatan manajemen resiko budidaya rumput laut; dan 8) peningkatan inftatruktur dan penerapan sistem dalam industri rumput laut di Kabupaten Buton. Pengambilan keputusan dalam penelitian ini menggunakan Quantitative Strategi Planning Matrix (QSPM) menunjukan bahwa alternatif strategi pengembangan usaha rumput laut yang memiliki prioritas tertinggi adalah strategi peningkatan luas areal budidaya rumput laut, sehingga dengan bertambahnya luar areal budidaya rumput laut maka produksi rumput laut diharapkan dapat meningkat.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Rumput Laut Di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggaraid
dc.subject.keywordKomoditas Unggulanid
dc.subject.keywordPrioritas Strategiid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordEfeid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordMatrik Swotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record