| dc.description.abstract | PT Cipta Paramula Sejati adalah salah satu perusahaan yang bergerak
dalam bisnis pengelolaan gedung di Jakarta. PT Cipta Paramula Sejati mengelola
penyewaan gedung dan ruang kantor di Gedung Pusat Desain Jakarta. Jakarta
Design Center (JDC) adalah mal yang memiliki tiga jenis bisnis yang terkait
dengan penyewaan ruang gedung. Setiap perusahaan akan dihadapkan dengan
berbagai masalah, baik itu berasal dari dalam perusahaan (internal) maupun
masalah dari luar perusahaan (eksternal). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang
mempengaruhi perusahaan, menganalisis sasaran strategis dan tolak ukur kinerja
atau key performance Indicator (KPI), dan untuk menyusun metode pengukuran
kinerja di PT Cipta Paramula Sejati berdasarkan konsep Balanced Scorecard.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif melalui
wawancara mendalam dengan metode purposive sampling dan observasi. Data
yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh
langsung dari responden melalui wawancara dan observasi pada beberapa key
informant yang telah dipilih secara sengaja (purposive). Jumlah responden terdiri
dari 4 Senior Manager dan 1 Senior Kepala Bagian. Data sekunder diperoleh
dalam bentuk arsip, data laporan perusahaan, jurnal dan internet. Metode analisis
yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan analisis matriks SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Balanced Scorecard (BSC).
Hasil yang diperoleh delapan kondisi internal dan empat faktor eksternal yang
mempengaruhi perusahaan, diperoleh dua belas sasaran strategi dan empat belas
indikator kinerja utama, dan juga memperoleh desain pengukuran kinerja
berdasarkan konsep BSC.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor strategis internal, yaitu: lokasi
Jakarta design center (JDC) yang strategis, brand image JDC yang sudah
terpercaya, keuangan JDC yang liquid, loyalitas karyawan yang tinggi, satusatunya
perusahaan yang bergerak dibidang akrsitek/ desainer, produsen dan
pelanggan, belum ada sistem penilaian kinerja perusahaan dan individu (KPI),
terbatasnya program, pelatihan sumberdaya manusia (SDM), fisik bangunan yang
sudah tua. Faktor strategis eksternal, yaitu: prospek pertumbuhan pembangunan
properti di indonesia yang tinggi, karakteristik masyarakat indonesia yang
konsumtif, perkembangan tekonologi informasi yang pesat, tingkat persaingan
yang tinggi. Berdasarkan pendekatan BSC, sasaran strategis yang dihasilkan
adalah: 1). Perspektif keuangan, yaitu: peningkatan posisi keuangan, pertumbuhan
profitabilitas, dan peningkatan perputaran aset. KPI adalah Gross Profit Margin
(GPM), Return On Investement (ROI) dan Net Profit Margin (NPM), Return On
Assets (ROA); 2). Perspektif pelanggan, yaitu: kepuasan pelanggan, loyalitas
pelanggan, dan peningkatan Brand Image perusahaan. KPI adalah indeks
kepuasan pelanggan, rating loyalitas pelanggan, dan brand image; 3). Perspektif
proses bisnis internal, yaitu: peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi
pengoperasian ruangan yang efektif, dan peningkatan aktivitas promosi dan inovatif. KPI adalah jumlah keluhan pelanggan, jumlah ruang yang disewakan,
dan jumlah program marketing pertahun; 4). Perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan, yaitu: peningkatan komitmen dan loyalitas karyawan, peningkatan
kualitas dan kapabilitas karyawan, dan optimalisasi penggunaan teknologi untuk
penunjang operasional perusahaan. KPI adalah tingkat kepuasan personal
karyawan dan tingkat kehadiran karyawan, produktivitas karyawan, dan jumlah
visitor yang melakukan kunjungan ke website perusahaan. Berdasarkan hasil
penyusunan BSC pada PT Cipta Paramula Sejati diperoleh pembobotan untuk
masing- masing perspektif BSC adalah sebagai berikut: perspektif keuangan
sebesar 27.78 persen, perpektif pelanggan sebesar 27.78 persen, prespektif bisnis
internal sebesar 25 persen, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar
19.44 persen. Simulasi BSC sederhana yang dilakukan pada KPI diperoleh KPI
yang tidak tercapai adalah ROI, NPM, jumlah program marketing pertahun, dan
jumlah visitor yang melakukan kunjungan ke website perusahaan.
Balanced Scorecard (BSC) dapat diterapkan untuk berbagai jenis macam
perusahaan, baik perusahaan yang memiliki skala usaha kecil, perusahaan yang
berfokus pada profit, perusahaan waralaba, maupun institusi pendidikan, bahkan
BSC juga dapat diterapkan pada tingkat divisi perusahaan. Penerapan konsep BSC
dalam setiap organisasi perusahaan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik
masing-masing perusahaan. Perbedaan penelitian ini terhadap penelitian BSC
terdahulu adalah perusahaan yang menjadi objek penelitian dan ukuran kinerja
dalam empat perspektif BSC yang digunakan. Objek yang digunakan dalam
penelitian ini adalah perusahaan yang mengelola penyewaan gedung untuk kantor,
pusat perbelanjaan, dan seminar, dimana belum ada penelitian terdahulu yang
melakukan penelitian penyusunan BSC pada perusahaan tersebut. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penggunaan BSC untuk
pengukuran kinerja pada berbagai bidang. | |