| dc.description.abstract | Masalah utama di BUMN sektor perkebunan saat ini adalah modal kerja.
Fenomena ini dapat dilihat dari kinerja beberapa anak perusahaan BUMN sektor
perkebunan yang menghasilkan laba yang tinggi, namun hal itu tidak menjamin
ketersediaan modal kerja yang optimal dan mendukung kelancaran operasionalnya.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor mikroekonomi
dan faktor makroekonomi terhadap profitabilitas serta membuat alternatif strategi
dan kebijakan yang dapat meningkatkan posisi PTPN V di dalam industri
perkebunan Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan
manajemen bulanan PTPN V dan data-data makroekonomi tahun 2012-2017,
sedangkan data primer diperoleh dari hasil diskusi kelompok terarah (FGD).
Pengolahan dan analisis data menggunakan model Vector Autoregression
(VAR) dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan profitabilitas (GOP dan
ROA) signifikan dipengaruhi oleh GOP dan ROA bulan sebelumnya dan variabelvariabel
dari faktor mikroekonomi dan makroekonomi. Hasil FEVD menunjukkan
variabel penelitian yang berpengaruh terhadap GOP adalah GOP bulan sebelumnya
sebesar 65,55%, faktor mikroekonomi sebesar 21,38%, dan faktor makroekonomi
sebesar 13,07%, sedangkan ROA bulan ini dipengaruhi oleh ROA bulan
sebelumnya sebesar 63,16%, faktor mikroekonomi sebesar 25,60%, dan faktor
makroekonomi sebesar 11,24%. Hasil penelitian merekomendasikan manajemen
PTPN V agar menjaga konsistensi perolehan laba demi kelangsungan bisnis dalam
jangka panjang. Berdasarkan skor IFE dan EFE pada matriks Internal Eksternal (IE
matrix), saat ini PTPN V berada pada sel ke-5, artinya strategi yang harus dilakukan
manajemen PTPN V adalah strategi hold and maintain. Hasil analisis SWOT
memberikan beberapa alternatif strategi bagi manajemen PTPN V untuk menjaga
kontinuitas kegiatan operasional rutin dan mengembangkan kerja sama strategis
dengan pihak perbankan dan perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk
hilir dan produk terbarukan dengan bahan baku CPO dan SIR. | |