| dc.contributor.advisor | Rifin, Amzul | |
| dc.contributor.advisor | Pahan, Iyung | |
| dc.contributor.author | Wicaksono, Dimas Aryo | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:23:04Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:23:04Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168028 | |
| dc.description.abstract | Pangsa pasar minyak kelapa sawit saat ini telah mencapai 33% dari total
pasar minyak nabati dan hewani diseluruh dunia dengan konsumen terbesar
berasal dari India dan Tiongkok. Sektor pertumbuhan minyak kelapa sawit telah
memberikan sumbangan yang besar bagi pertumbuhan perekonomian dan ekspor
Indonesia. Namun selain perkembangan yang positif, beberapa hal negatif sebagai
efek perkembangan kelapa sawit terjadi pada isu sosial hingga isu lingkungan
yang dituding oleh LSM asing sebagai pemicu deforestasi serta kebakaran lahan.
Pemerintah sendiri telah berusaha untuk menjaga isu sosial maupun lingkungan
dengan mewajibkan sertifikat. ISPO sendiri adalah sertifikasi yang mengharuskan
perusahaan untuk menjalankan praktik keberlanjutannya sebagai sebuah
perusahaan perkebunan. Dari sekitar 1000 perusahaan perkebunan kelapa sawit di
Indonesia, hanya sekitar 30% yang telah memiliki sertifikat ISPO (ISPO 2017).
Hal ini menunjukan bahwa praktik keberlanjutan perkebunan kelapa sawit
Indonesia masih belum terlaksana dengan baik. Makna keberlanjutan
(sustainability) perlu diperjelas dengan menggunakan business sustainability
typologi (BST) yang berfokus kepada kontribusi efektif untuk pembangunan
berkelanjutan. Hal ini membantu menilai perjalanan perusahaan dalam
mengintegrasikan business sustainability typologi kedalam strategi dan model
bisnis mereka guna transformasi menjadi bisnis perkebunan yang berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik keberlanjutan dan
melihat kepatuhan perusahaan perkebunan terhadap prinsip kerja dan kriteria
ISPO. Hal ini diwujudkan dalam keikutsertaan perusahaan dalam ISPO kemudian
dianalisa dari kerangka tipologi keberlanjutan bisnis. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kuantitatif yaitu memberikan gambaran atas suatu peristiwa
atau gejala disuatu tempat tertentu dengan survey yang dilakukan di perusahaanperusahaan
perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan
Bursa Efek Singapura serta memiliki sustainability report dan bersedia menjadi
responden penelitian. Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini
menggunakan Analytical Network Process (ANP) berupa software Super
Decisions 2.2.
Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara sustainability pada perusahaan
perkebunan kelapa sawit pada tiga perusahaan perkebunan yang berlokasi di pulau
Kalimantan dan Sumatra dapat diperoleh kesimpulan. Dari hasil pengolahan
diketahui bahwa ketiga entitas perusahaan perkebunan Indonesia telah mendekati
sustainability versi 3.0 namun belum sempurna dengan kesenjangan terhadap
profit sebesar +10% dari nilai ideal, people +8% dari nilai ideal dan planet -28%
dari nilai ideal. Berdasarkan hasil teori dan analisa penelitian terdahulu didapatkan
kesimpulan bahwa untuk mencapai sustainability versi 3.0 penilaian dari ketiga
entitas perusahaan perkebunan berkisar di profit 50% people 25% dan planet 25%
dimana profit mmegang peran penting untuk menjalankan people dan planet. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Produksi Dan Operasi | id |
| dc.title | Keberlanjutan Bisnis Tiga Entitas Kelompok Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia | id |
| dc.subject.keyword | Business Sustainability Typology | id |
| dc.subject.keyword | Palm Oil | id |
| dc.subject.keyword | Sustainability | id |
| dc.subject.keyword | Analyical Network Process (Anp) | id |
| dc.subject.keyword | Kelapa Sawit | id |