Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.authorAndrayani, Dian
dc.date.accessioned2025-08-07T10:22:44Z
dc.date.available2025-08-07T10:22:44Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168024
dc.description.abstractRestrukturisasi yang terjadi pada BUMN merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan daya saing perusahaan. Diantara beberapa BUMN yang mengalami restrukturisasi, kelompok BUMN Perkebunan adalah yang paling diharapkan perbaikan kinerjanya, sebab membawahi paling banyak anak perusahaan. Namun, hal ini tidak serta merta dapat terwujud karena adanya perbedaan tantangan perubahan pada masingmasing BUMN. Oleh karena itu, guna melihat dampak kemajuan dari langkah restrukturisasi yang diambil, dilakukan penelitian mengenai evaluasi kinerja BUMN Perkebunan. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei-November 2017 di Kantor Holding Perkebunan, Jakarta. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan selama periode tahun 2012-2016. Data tersebut selanjutnya diolah dengan teknik EVA untuk mengetahui nilai tambah ekonomi yang dihasilkan perusahaan. Selanjutnya dilakukan identifikasi value driver EVA menggunakan teknik BSC. Terakhir menganalisis performa value driver holding perkebunan dengan teknik perbandingan Key Performance Indicator (KPI). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai EVA tertinggi dan satu-satunya yang positif dicapai pada masa sebelum restrukturisasi atau sebelum terbentuknya holding perkebunan, yakni di tahun 2012. Setelah itu, nilai EVA terus menurun dan berada di titik terendahnya pada tahun ketiga setelah restrukturisasi, yaitu tahun 2016. Penurunan ini dapat terjadi karena adanya pengaruh sejumlah komponen pendukung EVA, seperti pendapatan dan pengeluaran perusahaan, beta sektoral (ß), return market (rm), risk free (rf), serta proporsi struktur modal. Untuk meningkatkan kembali nilai EVA, maka perusahaan harus melakukan perbaikan, antara lain dengan meningkatkan pendapatan, menekan pengeluaran, melakukan kajian mengenai tingkat suku bunga (rf), serta menjaga struktur modal agar tetap proporsional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perspektif yang dinilai paling penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan, berturut-turut adalah finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Kondisi ini berdampak pada penentuan tujuan dan indikator perspektif yang harus berorientasi pada aspek finansial. Adapun dalam pengukuran kinerja perusahaan, ditemukan hasil bahwa masih ada indikator yang belum memenuhi target, terutama dari perspektif pelanggan. Hal tersebut menandakan pelayanan perusahaan yang masih kurang memuaskan, sehingga perlu ditingkatkan. Lebih jauh, indikator pelayanan itu dapat berdampak pada kesetiaan pelanggan dan pendapatan perusahaan apabila tidak diperbaiki.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleEvaluasi Kinerja Bumn Perkebunan Setelah Restrukturisasiid
dc.subject.keywordBalance Scorecardid
dc.subject.keywordBumn Perkebunanid
dc.subject.keywordEvaid
dc.subject.keywordEvaluasi Kinerjaid
dc.subject.keywordKey Performance Indicator (Kpi)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record