Show simple item record

dc.contributor.advisorSatria, Arif
dc.contributor.advisorSaptono, Imam Teguh
dc.contributor.authorFirmiyanti, Riska Dwi
dc.date.accessioned2025-08-07T10:22:31Z
dc.date.available2025-08-07T10:22:31Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168021
dc.description.abstractPerubahan lanskap industri penyiaran dengan beralihnya siaran analog ke digital serta berubahnya pola menonton televisi menjadi multiplatform dan multiscreen, membuat stasiun-stasiun televisi lokal perlu mengubah strategi bisnis tradisionalnya. Stasiun televisi lokal tidak hanya berhadapan dengan stasiun televisi nasional yang telah mapan, namun juga menghadapi persaingan dari berbagai platform lain yang bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga mancanegara. Untuk itu, Jawa Pos Multimedia yang mengelola jaringan stasiun televisi lokal di Indonesia, perlu mengembangkan model bisnisnya agar mampu bersaing di era penyiaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis JPM saat ini dan merumuskan desain pengembangan model bisnisnya untuk meningkatkan daya saing di era penyiaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan Kanvas Model Bisnis. Analisis kepentingan-kinerja, matriks EFE, IFE, SWOT dan QSPM dipakai sebagai alat analisis formulasi strateginya. Hasil analisis kepentingan dan kinerja memperlihatkan empat elemen kanvas model bisnis JPM yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan, yaitu Segmen Pelanggan, Saluran, Hubungan Pelanggan dan Arus Pendapatan. Hasil analisis matriks IFE dan EFE menunjukkan, agar berhasil di industri, perusahaan harus bisa bersaing dalam hal kualitas konten, meningkatkan kepemirsaan serta mengoptimalkan penggunaan media lokal untuk sosialisasi. Alternatif-alternatif strategis yang dihasilkan dari matriks SWOT dan menjadi strategi terpilih melalui QSPM adalah melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi konten hiperlokal. JPM melayani dua segmen pelanggan yaitu penonton televisi dan pemasang iklan. Kepada penonton JPM menawarkan konten hiperlokal, sementara kepada pemasang iklan menawarkan jaringan televisi lokal terbesar di Indonesia. Hubungan dengan pemasang iklan adalah melalui bantuan personal untuk memasang iklan televisi, melakukan blocking program atau menjadi sponsor kegiatan off-air, yang merupakan arus pendapatan bagi JPM. Saluran yang dimanfaatkan JPM adalah stasiun televisi lokal free to air, TV satelit, TV kabel serta situs web dan aplikasi JPM Stream. Aktivitas kuncinya berfokus pada kegiatan marketing, produksi, akuisisi program dan pengelolaan jam tayang. SDM, spot iklan dan jam tayang menjadi sumber daya utama perusahaan. Kemitraan utama dijalin dengan stasiun-stasiun televisi lokal free to air dan produsen konten. Struktur biaya JPM terdiri dari biaya operasional, marketing dan promosi, produksi, riset dan pengembangan, akuisisi jam tayang serta akuisisi program. Untuk meningkatkan daya saing di era penyiaran digital, maka JPM perlu mengembangkan model bisnisnya. Proposisi nilai bagi penonton televisi dapat dipertajam dengan personalisasi konten hiperlokal. Aktivitas kunci dilengkapi dengan manajemen aset serta riset dan pengembangan. Konten hiperlokal menjadi tambahan pada sumber daya utama, sementara kemitraan utama perlu juga dijalin dengan media, provider OTT (over the top), media sosial, komunitas dan vlogger. Kemitraan juga berdampak pada saluran yang bertambah dengan OTT dan media sosial. Segmen pelanggan diperluas dengan masuknya pengguna Internet dan stasiun televisi. Selain jalur media sosial, perlu ada saluran khusus untuk membina hubungan pelanggan. Monetisasi media sosial, iklan OTT dan royalti konten, merupakan potensi pendapatan tambahan dari pengembangan model bisnis JPM. Agar strategi pengembangan model bisnis ini efektif, JPM perlu mengalokasikan sumber dayanya untuk memperkuat riset dan pengembangan, mengadakan manajemen aset serta meningkatkan pengelolaan strategi media sosialnya. Strategi pengembangan bisnis ini perlu dilakukan secara integral mencakup seluruh stasiun lokal jaringan, dengan menyesuaikan karakteristik, kapasitas dan potensi masing-masing stasiun televisinya di tiap wilayah.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Bisnis Jaringan Televisi Lokal Menuju Penyiaran Digital Di Indonesia, Studi Kasus Di Jawa Pos Multimediaid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvas (Bmc)id
dc.subject.keywordJaringan Televisi Lokalid
dc.subject.keywordStrategi Bisnisid
dc.subject.keywordMatriks Efeid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordSwotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record