Show simple item record

dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.advisorMaulana, Agus
dc.contributor.authorRahman, Fahmy Fathur
dc.date.accessioned2025-08-07T10:22:21Z
dc.date.available2025-08-07T10:22:21Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168019
dc.description.abstractUntuk mendukung segala aktivitas masyarakat dibutuhkan sebuah alat transportasi dan sistem lalu lintas yang mendukung. Kota Bogor sebagai salah satu kota yang berkembang dengan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi sehingga acap kali kemacetan terjadi di sekitaran wilayah Kota Bogor. Berbagai usaha telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mengurangi tingkat kemacetan yang terjadi, mulai dari pengadaan bus transpakuan, pengadaan sistem satu arah di sekitaran Kebun Raya Bogor sampai dengan pengalihan rute angkutan umum. Dari beberapa upaya Pemerintah telah lakukan, ternyata belum membuat perubahan yang signifikan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab sebuah kemacetan di Kota Bogor melalui persepsi masyarakat. Adapun persepsi masyarakat yang diteliti adalah mengenai perilaku dan etika saat berkendara di jalan raya. Selain itu juga, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengendalian kemacetan dengan pendekatan perilaku berlalu lintas masyarakat di Kota Bogor. Dimana pada penelitian ini lebih fokus terhadap persepsi masyarakat tentang perilaku dan etika dalam berkendara, sehingga aspek teknis dan kebijakan pemerintah tidak dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan untuk mengetahui perspsi masyarakat tentang kemacetan yang terjadi di Kota Bogor. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada masyarakat Kota Bogor dengan populasi sampel sebanyak 210 orang. Sampel penelitian difokuskan kepada 3 kategori, yaitu pengendara kendaraan pribadi, pengendara kendaraan umum dan pejalan kaki yang terbagi dalam 2 Model. Model kuantitatif pada penelitian ini bersifat deskriptif serta menggunakan Analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku angkutan umum, khususnya mengetem di sembarang tempat menjadi salah satu faktor yang tertinggi dalam penyebab kemacetan. Disamping itu juga terdapat beberapa factor yang menjadi penyumbang terjadinya kemacetan dari perilaku kendaraan umum seperti menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya, menyalip kendaraan dari segala arah dan berjalan tidak pada jalurnya. Dari beberapa hasil penelitian tersebut maka disimpulkan bahwa strategi untuk pengendalian kemacetan di Kota Bogor yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tindakan tegas kepada para pelanggar lalu lintas, khususnya para pengendara umum, menerapkan E-Tilang, memberikan jalur khusus pengendara umum dan memodifikasi halte-halte agar dapat menimbulkan minat masyarakat penumpang kendaraan umum untuk berhenti pada tempat yang telah disediakan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengendalian Kemacetan Dengan Pendekatan Perilaku Berlalulintas Masyarakat Kota Bogorid
dc.subject.keywordEtikaid
dc.subject.keywordKemacetanid
dc.subject.keywordLalu Lintasid
dc.subject.keywordPerilakuid
dc.subject.keywordPersepsiid
dc.subject.keywordPartial Least Square (Pls)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record