Show simple item record

dc.contributor.advisorMachfud
dc.contributor.advisorMaulana, Agus
dc.contributor.authorPriyono, Sigit
dc.date.accessioned2025-08-07T10:21:56Z
dc.date.available2025-08-07T10:21:56Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168014
dc.description.abstractTotal Productive Maintenance (TPM) merupakan sistem yang bermanfaat dalam peningkatan produktivitas pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan TPM di salah satu perusahaan gula rafinasi terbesar di Indonesia yang sedang mengalami penurunan produktivitas dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Evaluasi penerapan pilar-pilar TPM dilakukan melalui metode overall equipment effectiveness (OEE), manajemen visual, lost time injury (LTI) dan time accident rate (TAR). Analisis yang dilakukan dibatasi pada penerapan TPM di area produksi dan tidak termasuk area pembangkit (Power Plant). Penerapan program 5S sebagai pondasi TPM berkisar di nilai 65% untuk total area dan 61% untuk area produksi, sementara target yang ditetapkan adalah 85% untuk skor kepatuhannya. Implementasi pilar planned maintenance belum mencapai target sesuai standar, baik dari segi parameter availability dan performance rate. Pilar yang belum diterapkan di perusahaan ini adalah autonomous maintenance. Penelitian ini juga menentukan area kerja kritis, area dengan durasi breakdown tertinggi, mean time to repair (MTTR) tertinggi, dan mean time between failure (MTBF) terendah. Dryer –cooler merupakan area kerja kritis dalam rangkaian proses produksi gula rafinasi di PT. XYZ. Pencapaian yield secara rata – rata sampai bulan Juni adalah 94.31% dan masih dibawah target yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 96.5%. Upaya meningkatkan yield dapat dilakukan dengan perbaikan penerapan pilar – pilar TPM. Rekomendasi untuk menerapkan TPM yang efektif adalah dengan melakukan perbaikan penerapan 5S sebagai pondasi TPM, penerapan time based maintenance dan penerapan autonomous maintenance. Perbaikan penerapan 5S ini memerlukan investasi untuk perbaikan infrastruktur, mesin dan peralatan yang menyebabkan terjadinya physical losses. Penerapan time based maintenance adalah dengan melakukan penjadwalan penggantian komponen dalam penerapan pilar planned maintenance. Autonomous maintenance dilakukan oleh operator dengan menambahkan deskripsi baru untuk melakukan kegiatan perawatan ringan mesin yang menjadi tanggung jawabnya.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleAnalisis Penerapan Total Productive Maintenance (Tpm) Di Pabrik Gula Rafinasi- Studi Kasus Di Pt Xyzid
dc.subject.keywordOverall Equipnent Effectiveness (Oee)id
dc.subject.keywordLost Time Injury (Lti)id
dc.subject.keywordTime Accident Rate (Tar)id
dc.subject.keywordTotal Productive Maintenance (Tpm)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record