Show simple item record

dc.contributor.advisorMaarif, Syamsul
dc.contributor.advisorTriyonggo, Yunus
dc.contributor.authorPutra, Firdaus Sarmedy
dc.date.accessioned2025-08-07T10:21:25Z
dc.date.available2025-08-07T10:21:25Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168008
dc.description.abstractPerkembangan industri perawatan bangunan (facility maintenance) di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini memiliki prospektif yang tinggi apabila dibandingkan dengan industri yang lainnya. Hal ini tidak terlepas dari jumlah gedung yang banyak didirikan baik oleh pemerintahan maupun swasta dalam upaya meningkatkan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat. Sepanjang tahun 2017 tercatat sebanyak 921 bangunan gedung yang didirikan baik dalam tahap proposal pembangunan sampai tahap selesai (Skyscrapercenter 2017). Banyaknya pendirian bangunan gedung di kota-kota besar di Indonesia ini menunjukkan bahwa sangat pentingnya program perawatan komponen bangunan untuk kelancaran dan kenyamanan kegiatan masyarakat. Di Indonesia perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang facility maintenance belum banyak berkembang. Hal inilah yang disasar oleh PT XYZ yang berlokasi di Tangerang untuk menjadi market leader dalam industri facility maintenance dii Indonesia. Dalam menjalankan usahanya PT XYZ dalam lima tahun terakhir mengalami tiga permasalahan utama yaitu penurunan kinerja dari sisi keuangan, operasional produksi, produktivitas kerja. Hal inilah yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu 1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja PT XYZ; 2) Menganalisis kinerja PT XYZ dengan metode Balanced Scorecard yaitu melihat dari sisi perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pengajaran dan pertumbuhan; 3) Merumuskan strategi peningkatan kinerja PT XYZ dalam upaya bisnis yang sustainable. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut yaitu analisis deskriptif kualitatif. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis Eckenrode, Balanced Scorecard, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis Eckenrode digunakan untuk menjawab tujuan permasalahan pertama yaitu menganalisis Key Performance Indicator dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan analisis Balanced Scorecard untuk menjawab tujuan permasalahan kedua yaitu melihat kinerja dari sisi perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pengajaran dan pertumbuhan. Dalam analisis Balance Scorecard ini menggunakan kuesioner yang melibatkan enam responden. Lebih lanjut, analisis AHP untuk menjawab tujuan permasalahan ketiga yaitu menentukan strategi peningkatan kinerja PT XYZ yang tepat untuk kedepannya. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh melalui observasi, kuesioner dan wawancara kepada pihak internal kepada petinggi manajemen PT XYZ. Dalam hal ini terdiri atas enam responden ahli/pakar, yaitu tiga orang pakar dari internal perusahaan PT XYZ dan tiga orang pakar dari eksternal perusahaan. Hasil analisis menunjukkan dalam analisis Eckenrode bahwa faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja keuangan adalah kerugian pada tahun 2016 disebabkan tidak terkendalinya beban operasional dan rendahnya penjualan. Kurangnya inovasi produk baru dan tingginya harga pokok penjualan, menyebabkan pelanggan sulit bertumbuh. Mendukung tercapainya peningkatan kinerja keuangan, pelanggan dan internal bisnis, maka perusahaan perlu...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Kinerja Perusahaan Facility Maintenance Menggunakan Balanced Scorecardid
dc.subject.keywordBalanced Scorecardid
dc.subject.keywordEckenrodeid
dc.subject.keywordMaintenanceid
dc.subject.keywordOmaxid
dc.subject.keywordAhpid
dc.subject.keywordAnalytical Hierarchy Processid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record