Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjo, Budi
dc.contributor.advisorKrisnatuti, Diah
dc.contributor.authorWidiati, Euis
dc.date.accessioned2025-08-07T10:21:06Z
dc.date.available2025-08-07T10:21:06Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168004
dc.description.abstractPertumbuhan perbankan syariah di Indonesia yang dinilai lambat tidak dapat dilepaskan dari peran komunikasi. Dalam beberapa tahun terakhir ini bank syariah telah mengembangkan inovasi berupa e-channel sebagai pull factor (faktor penarik), yang diharapkan mampu menjadi daya tarik agar masyarakat beralih dalam menggunakan aktivitas keuangannya pada bank syariah. Terdapat hal penting lainnya yaitu terkait kurangnya komunikasi kepada masyarakat. Pada penelitian ini akan fokus membahas komunikasi dalam hal konten atau pesan dan media yang sebaiknya dilakukan oleh bank syariah terhadap adanya fasilitas echannel yang mampu memberikan kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus mempertimbangkan hambatan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi dan atribut inovasi serta tingkat kesadaran, ketertarikan, dan minat konsumen dalam mengadopsi echannel bank syariah, serta merumuskan implikasi manajerial berupa startegi komunikasi dalam peningkatan adopsi e-channel yang tepat untuk berbagai karakteristik adopter. Penelitian ini menggunakan 150 responden yang dipilih secara convenience sampling dengan kriteria yaitu nasabah multibank yang memiliki rekening tabungan di bank konvensional dan bank syariah, serta memiliki salah satu fasilitas e-channel pada bank konvensional. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Responden diambil dari seluruh populasi nasabah bank konvensional dan bank syariah di wilayah Jabodetabek. Data dikumpulkan dengan cara face to face interview menggunakan alat bantu kuesioner. Berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa komposisi jenis kelamin didominasi oleh responden wanita sebanyak 58% dan pria 42%. Untuk usia responden mayoritas pda kisaran 26-34 tahun sebanyak 52%, dengan latar belakang pendidikan sebanyak 67% sarjana. Pekerjaan dominan responden yaitu sebagai pegawai swasta sebanyak 67% dan sebaran domisili terbanyak berada di area Jakarta sebanyak 64%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang telah dilakukan oleh perbankan syariah masih dinilai kurang dalam hal frekuensi tayang dan jenis media yang digunakan. Mayoritas responden mengetahui informasi produk ataupun layanan melalui petugas bank secara langsung. Media komunikasi yang saat ini digunakan oleh bank syariah telah beralih pada media sosial, hal tersebut merupakan bagian dari upaya menjangkau lebih luas terhadap paparan informasi bagi masyarakat. Tingkat kesadaran responden terhadap fasilitas e-channel bank syariah tergolong cukup tinggi. Tingkat interest responden yang belum menggunakan echannel bank syariah tergolong rendah yaitu sebesar 60.3%. Tingginya ketertarikan responden berlanjut ke tahap selanjutnya yakni berminat untuk menggunakan fasilitas e-channel. Pada tahapan akhir diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah responden sehingga berminat pada e-channel bank syariah yaitu menjadi 65.5%. Media yang digunakan bagi masyarakat yang tergolong ke dalam kategori innovators dapat menggunakan media internet advertising yang memiliki jangkauan yang luas, cepat, dan mudah didapatkan informasinya. Untuk kategori early adopter menggunakan media iklan pada televisi dengan pesan yang lebih menarik. Untuk kategori early majority menggunakan pendekatan secara sosial yaitu word of mouth baik dari lingkungan keluarga ataupun teman. Kategori yang terakhir adalah late majority yang dapat dijangkau dengan cara pendekatan langsung oleh petugas bank. Implikasi manajerial yang dirumuskan untuk meningkatkan adopsi penggunaan e-channel bank syariah yaitu dengan melakukan komunikasi pemasaran secara efektif, menggunakan pesan yang mudah dipahami dalam menyampaikan informasi manfaat e-channel bank syariah dalam membantu aktivitas bertransaksi tanpa harus ke kantor cabang ataupun ATM. Selain itu, proses pemasaran secara langsung melalui contoh penggunaan aplikasi e-channel oleh nasabah pengguna dapat membantu meningkatkan ketertarikan dalam mengadopsi. Saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat memasukkan variabel-variabel lain terkait dengan minat adopsi yang tidak terdapat pada model. Penambahan variabel lain yang mungkin berpengaruh pada minat adopsi e-channel bank syariah yaitu seperti norma subjektif, literasi terhadap internet, dan faktor sosial budaya.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleMinat Adopsi Fasilitas Transaksi E-Channel Di Bank Syariah Pada Nasabah Multibankid
dc.subject.keywordAdopsi Inovasiid
dc.subject.keywordAidaid
dc.subject.keywordElectronic Channelid
dc.subject.keywordIslamic Bankingid
dc.subject.keywordKomunikasi Pemasaranid
dc.subject.keywordPartial Least Square (Pls)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record