| dc.description.abstract | Pengukuran kinerja sebuah perusahaan merupakan bagian penting dari proses
evaluasi terhadap kinerja manajemen sebuah perusahaan. Merancang sistem
pengukuran kinerja perusahaan harus memperhatikan visi, misi serta tujuan dari
perusahaan. Mengetahui posisi perusahaan terhadap lingkungannya baik
lingkungan eksternal maupun internal dengan menggunakan analisis SWOT, matrik
EFE dan IFE yang dapat mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang
mungkin akan menggangu jalannya operasional perusahaan. Permasalahanpermasalahan
itu merupakan isu strategi yang harus diselesaikan manajemen
perusahaan dengan suatu rumusan strategi yang tepat.
Untuk menghasilkan rumusan strategi yang tepat digunakan matrik IE yang
dikuatkan secara kualitatif dengan matrik SWOT. Dari rumusan strategi yang
didapat maka digunakan QSPM sebagai penentu akhir strategi yang tepat dan harus
dijalankan oleh manajemen perusahaan. Kemudian dibuat tema strategi untuk
memudahkan dalam menyelesaikan isu strategi. Dari tema strategi yang tentukan
kemudian dibuat tujuan-tujuan strategi sebagai arah yang akan dituju perusahaan
berdasarkan perspektif BSC. Tujuan-tujuan strategi ini dihubungkan satu sama
lainnya untuk melihat hubungan sebab akibat dengan menggunakan peta strategi
yang membantu perusahaan melihat strategi yang telah ditetapkan dengan cara yang
terpadu (ada saling keterkaitan), terintegrasi, dan sistematis. Sehingga dapat
diketahui apa saja hal-hal yang utama, unggul dan harus dicapai dalam setiap
perspektif BSC. Dari tujuan-tujuan strategi tersebut dibuat KPI sebagai serangkaian
indikator kunci yang bersifat terukur dan memberikan informasi sejauh mana tujuan
strategis yang dibebankan kepada perusahaan sudah berhasil dicapai. Pembobotan
KPI dilakukan dengan menggunakan paired comparison untuk menunjukkan
tingkat kepentingan perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya sehingga dapat
menggunakan sumber daya secara tepat dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
Pada penelitian ini perspektif keuangan memiliki bobot paling tinggi, hal ini
menandakan bahwa perusahaan daerah harus merubah kebijakan bisnisnya untuk lebih fokus ke arah perumbuhan ekonomi dibandingkan pelayanan sosial.
Rancangan sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan metode BSC dibuat dalam bentuk tabel yang mudah dimengerti oleh seluruh pegawai dan diberi
nama sebagai company scorecard PD. ABC. | |