Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Pd. Abc Dengan Metode Balanced Scorecard
| dc.contributor.advisor | Fahmi, Idqan | |
| dc.contributor.advisor | Maulana, Agus | |
| dc.contributor.author | Harumantaka, Deni Sakri | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:20:48Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:20:48Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168000 | |
| dc.description.abstract | Pengukuran kinerja sebuah perusahaan merupakan bagian penting dari proses evaluasi terhadap kinerja manajemen sebuah perusahaan. Merancang sistem pengukuran kinerja perusahaan harus memperhatikan visi, misi serta tujuan dari perusahaan. Mengetahui posisi perusahaan terhadap lingkungannya baik lingkungan eksternal maupun internal dengan menggunakan analisis SWOT, matrik EFE dan IFE yang dapat mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang mungkin akan menggangu jalannya operasional perusahaan. Permasalahanpermasalahan itu merupakan isu strategi yang harus diselesaikan manajemen perusahaan dengan suatu rumusan strategi yang tepat. Untuk menghasilkan rumusan strategi yang tepat digunakan matrik IE yang dikuatkan secara kualitatif dengan matrik SWOT. Dari rumusan strategi yang didapat maka digunakan QSPM sebagai penentu akhir strategi yang tepat dan harus dijalankan oleh manajemen perusahaan. Kemudian dibuat tema strategi untuk memudahkan dalam menyelesaikan isu strategi. Dari tema strategi yang tentukan kemudian dibuat tujuan-tujuan strategi sebagai arah yang akan dituju perusahaan berdasarkan perspektif BSC. Tujuan-tujuan strategi ini dihubungkan satu sama lainnya untuk melihat hubungan sebab akibat dengan menggunakan peta strategi yang membantu perusahaan melihat strategi yang telah ditetapkan dengan cara yang terpadu (ada saling keterkaitan), terintegrasi, dan sistematis. Sehingga dapat diketahui apa saja hal-hal yang utama, unggul dan harus dicapai dalam setiap perspektif BSC. Dari tujuan-tujuan strategi tersebut dibuat KPI sebagai serangkaian indikator kunci yang bersifat terukur dan memberikan informasi sejauh mana tujuan strategis yang dibebankan kepada perusahaan sudah berhasil dicapai. Pembobotan KPI dilakukan dengan menggunakan paired comparison untuk menunjukkan tingkat kepentingan perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya sehingga dapat menggunakan sumber daya secara tepat dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pada penelitian ini perspektif keuangan memiliki bobot paling tinggi, hal ini menandakan bahwa perusahaan daerah harus merubah kebijakan bisnisnya untuk lebih fokus ke arah perumbuhan ekonomi dibandingkan pelayanan sosial. Rancangan sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan metode BSC dibuat dalam bentuk tabel yang mudah dimengerti oleh seluruh pegawai dan diberi nama sebagai company scorecard PD. ABC. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Sumber Daya Manusia | id |
| dc.title | Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Pd. Abc Dengan Metode Balanced Scorecard | id |
| dc.subject.keyword | Analisis Swot | id |
| dc.subject.keyword | Bsc | id |
| dc.subject.keyword | Kinerja Perusahaan | id |
| dc.subject.keyword | Kpi | id |
| dc.subject.keyword | Efe | id |
| dc.subject.keyword | Matrik Ie | id |
| dc.subject.keyword | Qspm | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MF - Business [4185]
Master Theses on Business

