| dc.description.abstract | Perbankan memiliki peran penting dalam proses pembangunan dan
pertumbuhan serta salah satu indikator utama stabilitas ekonomi negara, oleh
karena itu perbankan menjadi industri yang sangat diatur oleh pemerintah. Kinerja
perbankan di Indonesia pada beberapa periode terakhir berfluktuatif. Salah satu
penyebabnya adalah adanya krisis keuangan. Krisis keuangan global telah
memberikan dampak buruk bagi perkembangan perekonomian dunia khususnya
perbankan. Pengukuran efisiensi perbankan sangat penting untuk mengukur
pertumbuhan industri perbankan dan mengetahui permasalahan yang terjadi pada
industri perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi dan
produktivitas perbankan periode sebelum dan setelah terjadi krisis keuangan.
Penelitian menggunakan purposive sampling menggunakan 88
konvensional bank di Indonesia. Data yang digunakan berasal dari laporan
keuangan masing-masing bank pada periode 2001 – 2016. Analisa efisiensi akan
menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Analisa produktivitas
akan menggunakan metode Indeks Malmquist.
Nilai efisiensi rata-rata sebelum krisis adalah sebesar 0.806 dan
mengalami peningkatan pada periode setelah krisis menjadi sebesar 0.812. Tidak
terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja efisiensi perbankan pada periode
sebelum dan setelah krisis keuangan. Bank yang efisien yaitu Bank Mandiri
(Persero), Tbk; Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk dan Bank Central Asia,
Tbk merupakan bank dengan aset terbesar. Bank dengan aset besar memiliki
kekuatan pasar dan jaringan yang luas sehingga lebih efisien dibandingkan dengan
bank dengan aset yang lebih kecil. Hasil penelitian juga menujukkan bahwa
Citibank NA dan Standard Chartered Bank yang termasuk dalam kelompok
Kantor Cabang Bank Asing merupakan bank yang efisien. Produktivitas bank
pada periode setelah krisis mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan
produktivitas malmquist mengalami peningkatan pada periode penelitian dengan
nilai rata-rata 1.002. Peningkatan produktivitas didominasi oleh perubahan
teknologi (efek frontier shift) | |