Show simple item record

dc.contributor.advisorSukmawati, Anggraini
dc.contributor.advisorDirdjosuparto, Sukiswo
dc.contributor.authorWidyanti, Oktarina Nur
dc.date.accessioned2025-08-07T10:20:03Z
dc.date.available2025-08-07T10:20:03Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167990
dc.description.abstractIndustri bisnis dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menyebabkan arus bebas tenaga kerja profesional. Sumber daya manusia (SDM) dijadikan sumber keunggulan kompetitif yang memiliki daya saing. Subsektor peternakan merupakan salah satu yang dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing bagi SDM yang akan berfokus pada peningkatan kompetensi. Pakan ternak merupakan komponen utama yang berkisar 70-80 persen biaya produksi pada proses penggemukan sapi. Kompetensi ahli nutrisi sangat diperlukan terkait efisiensi penggunaan pakan pada ternak. Tujuan dari penelitian yaitu: (1) Menganalisis situasional permasalahan perusahaan kompetensi ahli nutrisi penggemukan sapi potong di Indonesia; (2) Menyusun strategi pemenuhan kebutuhan kompetensi ahli nutrisi penggemukan sapi potong di Indonesia. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada para narasumber yang berjumlah tujuh orang. Penelitian dilaksanakan di Bogor, Jakarta dan Yogyakarta pada bulan Desember 2017 hingga Februari 2018. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja) dan teknik pengambilan data dilakukan dengan judgement sampling. Karakteristik pakar dalam penelitian ini dengan persyaratan pengalaman di bidang nutrisi pakan ternak penggemukan sapi potong minimal 5 tahun, menjabat sebagi manajer di industry feedlot, dan memiliki kualifikasi yang setara sebagai narasumber yang berasal dari pemangku kepentingan di Pemerintah dan Akademisi. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Soft System Methodology berbasis Rich Picture dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari Soft System Methodology berbasis Rich Picture menunjukkan bahwa terdapat permasalahan, yaitu: kompetensi ahli nutrisi ternak belum sesuai yang diharapkan industry feedlot, selain itu belum adanya inovasi teknologi terbaru untuk menghasilkan ransum atau pakan ternak yang berkualitas untuk sapi potong, serta belum adanya standar kompetensi dan sertifikasi bagi ahli nutrisi penggemukan sapi potong. Hal ini diperkuat dengan hasil AHP yang menunjukan bahwa Alternatif yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan kompetensi individu yaitu ahli nutrisi penggemukan sapi potong dengan membuat kebijakan SKKNI yang mengadaptasi dari negara lain dan disesuaikan kebutuhan ahli nutrisi dalam negeri. Faktor yang mendukung dengan cara meningkatkan dan mengembangkan kompetensi ahli nutrisi penggemukan sapi potong yang didukung asosiasi AINI diikuti dengan industry feedlot, perguruan tinggi, dan pemerintah. Asosiasi AINI berperan paling penting dalam memberikan informasi untuk menambah pengetahuan, keterampilan, konsep diri, sifat dan motif ahli nutrisi penggemukan sapi potong.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleStrategi Pemenuhan Kebutuhan Kompetensi Ahli Nutrisi Penggemukan Sapi Potong Di Indonesiaid
dc.subject.keywordAhli Nutrisi Penggemukanid
dc.subject.keywordSapi Potongid
dc.subject.keywordKompetensiid
dc.subject.keywordSoft System Methodologyid
dc.subject.keywordAnalytical Hierarchy Process (Ahp)id
dc.subject.keywordIndustri Feedlotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record