Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.advisorSasongko, Hendro
dc.contributor.authorPrissylia, Ditta
dc.date.accessioned2025-08-07T10:19:08Z
dc.date.available2025-08-07T10:19:08Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167978
dc.description.abstractSaat ini tujuan utama perusahaan tidak hanya memaksimalkan laba untuk pemilik perusahaan, melainkan kepada seluruh stakeholder dan investor. Salah satu cara mencapai tujuan tersebut yaitu dengan meningkatkan profitabilitas. Selain itu, keberhasilan perusahaan dalam persaingan bisnis juga dilihat melalui nilai perusahaan. Hal utama yang harus dilakukan manajemen yaitu, melakukan pengelolaan modal kerja agar dapat mendukung aktivitas operasional perusahaan. Penetapan modal kerja merupakan masalah penting dalam keuangan dan jumlah modal kerja yang disediakan perusahaan tergantung pada sikap manajemen terhadap laba dan risiko. Salah satu sektor yang menarik adalah sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain memiliki karakteristik perusahaan yang berbeda-beda, sektor tersebut saat ini sedang mengalami perkembangan yang pesat. Berdasarkan hal tersebut seharusnya terdapat hubungan yang positif antara potensi perkembangan perusahaan dengan peningkatan jumlah investor sehingga menjadi peluang usaha yang besar bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi, terutama dengan adanya dukungan pengembangan dari pemerintah. Proyek infrastruktur yang terus berjalan dan ekspansi perusaahaan, menjadi alasan terjadinya peningkatan gross working capital setiap tahunnya, namun pada kenyataannya profit yang didapatkan perusahaan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja perusahaan, kebijakan modal kerja dan solvabilitas, serta pengaruh modal kerja dan solvabilitas terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Objek penelitian ini adalah 21 perusahaan sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi yang terdaftar di BEI dan sesuai dengan kriteria, periode penelitian dilakukan selama 2010-2016 dan metode yang digunakan adalah regresi data panel. Berdasarkan hasil estimasi regresi menunjukkan bahwa pendekatan terbaik adalah dengan fixed effect model. Pengaruh variabel independen terhadap tingkat profitabilitas menunjukkan bahwa model NOP memiliki R-Square. Hasil estimasi regresi terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa ketiga model memiliki nilai R-Square yang tinggi. Perusahaan dalam subsektor telekomunikasi memiliki nilai NOP tertinggi dari kelima subsektor yang terdapat dalam sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata perusahaan menerapkan kebijakan modal kerja agresif, mengarahkan modal kerja yang dimiliki untuk pembelian aktiva tetap setiap tahunnya yang menunjukkan perusahaan berusaha melakukan ekspansi untuk meningkatkan laba. Hasil penelitian menyarankan investor untuk berinvestasi pada subsektor telekomunikasi, namun tidak menutup kemungkinan untuk berinvestasi pada subsektor lainnya jika melihat pengembangan perusahaan masing-masing.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Modal Kerja dan Solvabilitas Terhadap Profitabilitas dan Nilai Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasiid
dc.subject.keywordModal Kerjaid
dc.subject.keywordProfitabilitasid
dc.subject.keywordSolvabilitasid
dc.subject.keywordTobin'S Qid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record