| dc.description.abstract | Ayam ras pedaging merupakan salah satu jenis protein hewani dari hasil
peternakan yang dagingnya paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Ayam ras
pedaging juga memiliki tingkat populasi tertinggi apabila dibandingkan dengan
jenis komoditi peternakan lainnya. Pesatnya industri hilir dengan konsumsi
unggas yang begitu besar itulah yang membuat industri hulu seperti pakan ternak,
pembibitan dan obat-obatan dalam negeri memiliki peluang bisnis yang
menjanjikan bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan. Namun
kenyataannya peternakan rakyat yang jumlahnya lebih banyak dari pabrikan besar
kini mulai tersingkir karena tidak menggunakan teknologi modern dan kendala
investasi. Sehingga sejumlah produsen besar kemudian mengembangkan pola
kemitraan dengan menjalin kerjasama dengan perternakan rakyat melalui konsep
contract farming antara produsen pakan ternak besar dengan para peternakan
rakyat yang memelihara ayam untuk sebuah perusahaan yang terintegrasi secara
vertikal.
Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017 dan
diambil di provinsi Jawa Barat secara purposive di beberapa titik yaitu di
Kabupaten Subang, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis. Peternak
sebagai responden diambil sebanyak 26 responden secara convinience sampling
menyebar secara proporsional di tiga kabupaten penelitian. Tujuan dari penelitian
ini adalah menganalisis efisiensi teknis dari usaha ayam ras pedaging dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usaha ayam
ras pedaging yang dilakukan dengan menggunakan software Frontier 4.1 .
Hasil analisis dengan menggunakan metode regresi Stochastic Frontier
Cobb-Douglass dengan penurunan fungsi MLE menunjukkan bahwa beberapa
input yang berpengaruh nyata terhadap produksi ayam broiler yaitu bibit, pakan,
dan juga sekam. Dan terlihat juga bahwa rata-rata bobot efisiensi rata-rata
peternak di Jawa Barat adalah sekitar 0,64 yang berarti adalah belum efisien. Hal
ini juga merupakan dampak dari adanya faktor inefisiensi teknis seperti usia,
tingkat pendidikan dan pengalaman beternak.
Berdasarkan penelitian ini masih besar kemungkinan dari para peternak
kecil untuk meningkatkan skala usahanya agar mendapatkan hasil yang lebih
maksimal. Salah satu caranya yang dapat disarankan adalah dengan membentuk
sebuah unit koperasi di mana para peternak skala kecil dapat mendapatkan input
dengan harga yang cenderung stabil, mendapatkan kepastian pasar, dan
meningkatkan pengetahuan dan teknologi tentang usahatani ayam broiler | |