| dc.description.abstract | Surabaya sebagai Ibukota Provinsi Jawa Timur merupakan kota terbesar
kedua di Indonesia setelah Jakarta. Jumlah penduduk di Surabaya hingga tahun
2016 mencapai total 3.016.653 jiwa yaitu meningkat 2,5% dari tahun 2015,
dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat, menyebabkan kebutuhan
akan tempat tinggal, perkantoran, pusat perbelanjaan, taman hiburan, dan
kebutuhan akan sektor properti juga mengalami kenaikan. Melalui adanya
pertumbuhan pada sektor properti, maka KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
merupakan salah satu alternatif yang digunakan oleh masyarakat agar dapat
memiliki rumah atau properti yang diinginkan dengan cara mengangsur sampai
jangka waktu tertentu dan dengan tingkat suku bunga yang telah ditentukan.
Bank yang dikenal sebagai pelopor dan market leader KPR adalah PT
Bank X yang sudah berdiri sejak tahun 1987. Banyaknya jenis kredit perumahan
yang dimiliki oleh PT Bank X, membuat PT Bank X memiliki risiko kredit macet
atau Non-Performing Loan (NPL). NPL Total Kredit lebih kecil dibandingkan
dengan NPL KPR. Meskipun sempat stabil sejak awal tahun 2013, namun rasio
NPL KPR meningkat kembali di tahun 2016. Dalam menjaga rasio NPL agar
selalu berada dibawah angka 5%, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh
bank adalah dengan proses analisis pemilihan calon debitur yang baik. Pada
umumnya penilaian yang digunakan oleh bank untuk mendapatkan keyakinan
dalam pemberian kredit disebut dengan analisis prinsip 5C yang terdiri dari
analisis terhadap character, capital, capacity, collateral, and condition of
economy. Salah satu kantor cabang utama dari PT Bank X yang memiliki rasio
NPL selalu dibawah rasio NPL PT Bank X Indonesia adalah cabang Surabaya.
Berdasarkan pernyataan di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan
adalah NPL pada Bank harus dihindari, oleh karena itu bank harus memiliki upaya
untuk menjaga rasio NPL tidak diatas 5%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
adalah dengan memperhatikan faktor demografis dari nasabah serta faktor
makroekonomi. Dari perumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah (1)
mendeskripsikan perkembangan KPR pada PT Bank X periode 2012 – 2016, (2)
menguji pengaruh faktor demografis nasabah dan faktor makroekonomi secara
parsial dan simultan terhadap NPL pada KPR PT Bank X, (3) menganalisis dan
menyusun strategi PT Bank X untuk mengendalikan NPL di masa mendatang.
Untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian, penelitian dilakukan
dengan pendekatan studi kasus KPR di Bank X Cabang Surabaya selama sepuluh
tahun, yaitu sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2016. Variabel – variabel yang
digunakan adalah usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, jenis kelamin, jenis
pekerjaan, pendapatan, inflasi dan suku bunga. Metode penelitian menggunakan
analisis deskripsi dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menggunakan
analisis deskriptif menunjukkan bahwa selama 5 tahun dari tahun 2012 sampai
dengan tahun 2016 PT Bank X cabang Surabaya memiliki 9.356 debitur. Pada
tahun 2012, jumlah debitur yang menggunakan KPR adalah sebanyak 2.161 | |