| dc.contributor.advisor | Syarief, Rizal | |
| dc.contributor.advisor | Hardjomidjojo, Hartrisari | |
| dc.contributor.author | Qalabi, Sifna Audia | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T10:18:41Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T10:18:41Z | |
| dc.date.issued | 2018 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167972 | |
| dc.description.abstract | Tantangan bisnis di bidang industri kecantikan salon dan spa adalah
memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pesaing lainnya sehingga mampu
menarik customer sebagai salah satu keunggulan strategi bersaing yang
bekelanjutan. Persaingan diantara perusahaan yang sejenis semakin ketat karena
pesaing dibidang jasa kecantikan semakin bertambah, volume semakin meningkat
dan teknologi berkembang pesat.
Salah satu bisnis salon dan spa adalah Audia House of Beauty yang
merupakan salah satu dari sekian banyak usaha salon dan spa yang ada di daerah
Bekasi yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Salon terseut harus
meningkatkan kinerjanya agar dapat bersaing dengan salon salon lainnya yang
telah memiliki keunggulan tersendiri di konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk:
1) mengidentifikasi daya tarik indsutri salon dan spa di kota Bekasi untuk
mengetahui posisi di mana perusahaan dapat bersaing dengan pesaing lainnya; 2)
menganalisis kemmapuan bersaing Audia house of beauty dengan pesaing
lainnya; 3) menyusun rancangan strategi usaha yang tepat bagi Audia house of
beauty dalam upaya peningkatan daya saing di kota Bekasi.
Metode deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi faktor faktor yang
berhubungan dengan daya tarik industri salon dan spa di kota Bekasi serta
mengetahui posisi dimana perusahaan dapat bersaing dengan pesaing lainnya.
Alat analisis deskriptif lainnya adalah five forces porter digunakan untuk
menentukan tingkat persaingan dalam lingkungan industri perusahaan. Dan
analisis stakeholder engagement untuk mengidentifikasi stakeholder yang
memiliki keterlibatan dengan Audia House of Beauty.
Hasil matriks GE Mc Kinsey akan menghasilkan tingkat kemenarikan
industri dan posisi bisnis perusahaan yang akan memperhatikan indikator
indikator yang berasal dari variabel internal dan eksternal. Perusahaan berada di
posisi investasi selektif dimana perusahaan baik untuk tumbuh berdasarkan
segmen pasar dan diperlukan spesialisasi sebagai pembeda dengan perusahaan
sejenis. Hasil analisis five forces porter tersebut berdasarkan analisis deskriptif
dapat dikatakan bahwa persaingan perusahaan sejenis, pendatang baru, dan
kekuatan tawar menawar konsumen dinyatakan tinggi sehingga baik untuk
berkembang. Sedangkan kekuatan tawar menawar supplier dan pengembangan
produk subtitusi dinyatakan rendah sehingga membutuhkan pengembangan yang
lebih untuk berkembang agar mampu bersaing dengan pesaing lainnya.
Pengelompokkan stakeholder tersebut bertujuan untuk memudahkan perusahaan
dalam merancang strategi bersaing. Strategi bersaing tersebut nantinya diharapkan
dapat meningkatkan pangsa pasar perusahaan dan di akui para konsumen. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Strategi | id |
| dc.title | Pengembangan Strategi Bersaing Audia House Of Beauty | id |
| dc.subject.keyword | Five Forces Porter | id |
| dc.subject.keyword | Matriks Ge Mckinsey | id |
| dc.subject.keyword | Stakeholder Engagement | id |
| dc.subject.keyword | Strategi Bersaing | id |
| dc.subject.keyword | Competitive | id |