| dc.description.abstract | Lingkungan bisnis telah berubah dengan cepat karena perubahan secara
dinamis di era global saat ini. Setiap perusahaan harus bersifat dinamis dan
mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik terhadap situasi dan kondisi
perekonomian yang selalu berubah. Kegiatan merger dan akuisisi bukan suatu
fenomena baru dalam dunia usaha dan merupakan fenomena bisnis yang penting
terutama untuk bank-bank di Indonesia. Salah satu perubahan yang dapat dilihat
dari adanya aktivitas merger dan akuisisi yaitu pada kinerja keuangan dan return
saham bank-bank di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis
kinerja keuangan bank dengan rasio keuangan sebelum dan sesudah merger dan
akuisisi, menganalisis pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan
bank dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan merger dan
akuisisi.
Penelitian ini menggunakan data sekunder laporan tahunan dan harga saham
harian dari setiap bank go public di Indonesia yang melakukan merger dan akuisisi.
Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi aktivitas merger dan akuisisi yang
dilakukan oleh bank-bank di Indonesia. Kemudian melakukan analisis kinerja
keuangan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Selanjutnya menganalisis
pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan
pengujian normalitas kolmogorov smirnov kemudian uji wilcoxon dan menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari merger dan akuisisi dengan uji
logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA, BOPO, NPL, NIM dan LDR
membaik setelah merger dan akuisisi. Merger dan akuisisi juga mempengaruhi
perbedaan ROA, BOPO, NPL, NIM, dan LDR antara sebelum dan sesudah merger
dan akuisisi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan merger dan akuisisi
adalah kepemilikan asing, persentase akuisisi dan ukuran perusahaan jika dilihat
keberhasilan suatu merger dan akuisisi dari kenaikan ROA, selain itu dilihat dari
kenaikan return saham faktor yang mempengaruhi adalah kepemilikan asing,
persentase akuisisi dan keterkaitan industri. | |