Show simple item record

dc.contributor.advisorSeminar, Kudang Boro
dc.contributor.advisorYuliati, Lilik Noor
dc.contributor.authorIrsyaputra, Kazani Andika
dc.date.accessioned2025-08-07T10:17:32Z
dc.date.available2025-08-07T10:17:32Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167956
dc.description.abstractPertanian organik merupakan salah satu metode pertanian dalam memproduksi atau terlibat dalam produksinya tanpa menggunakan bahan kimia buatan. Perkembangan pertanian organik di dunia dan Indonesia telah meningkat. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah lahan pertanian yang digunakan untuk budidaya organik. Beras organik sebagai produk organik kedua terbesar menjadi perhatian utama karena beras merupakan produk primer yang dikonsumsi masyarakat Indonesia dan salah satu komoditas yang diimpor. Produsen organik memiliki kewajiban untuk menjamin keaslian beras organik yang ditawarkan. Dilain sisi, konsumen juga memilik hak untuk menerima produk sesuai yang dijanjikan oleh produsen beras organik. Sistem traceability yang baik dapat membantu meminimalkan produksi dan distribusi beras organik yang tidak aman atau berkualitas buruk., sehingga meminimalkan potensi publisitas yang buruk, sebagai bentuk kewajiban, dan melakukan penarikan kembali produk. Salah satu sistem yang dapat menjamin kualitas dan keamanan adalah dengan menerapkan sistem traceability pada rantai pasok beras organik. Pengembangan sistem traceabilitility yang telah ada di dunia salah satunya adalah dengan memanfaatkan IoT (Internet of Things) dan QR Code (Quick Response Code) untuk dapat menyimpan data secara real-time dan membaca produk dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe sistem traceability menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC). Berdasarkan pendekatan SDLC Penelitian ini melalui tahap identifikasi, investigasi sistem, analisis sistem, desain sistem, arsitektur sistem, pembuatan prototipe, serta pengujan dan evaluasi. Penelitian ini difokuskan unutuk menganalisis kebutuhan sistem informasi dalam mengumpulkan, menyimpan, dan pertukaran data digital. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaku yang terlibat dalam rantai pasok beras organik adalah petani, koperasi, eksportir, dan lembaga sertifikasi. Pengembangan prototipe sistem traceability dilakukan agar setiap aktor dapat melakukan penelusuran produk dan konsumen akhir dapat memindai dan melihat data lengkap produk yang mereka konsumsi.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sistem Informasiid
dc.titleRancang Bangun Sistem Traceability Berbasis Teknologi Informasi Pada Pertanian Beras Organik, Tasikmalaya Jawa Baratid
dc.subject.keywordBeras Organikid
dc.subject.keywordQr Codeid
dc.subject.keywordSistem Penelusuranid
dc.subject.keywordTeknologi Informasiid
dc.subject.keywordSystem Development Life Cycle (Sdlc)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record