| dc.description.abstract | Pertanian organik merupakan salah satu metode pertanian dalam
memproduksi atau terlibat dalam produksinya tanpa menggunakan bahan kimia
buatan. Perkembangan pertanian organik di dunia dan Indonesia telah meningkat.
Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah lahan pertanian yang digunakan untuk
budidaya organik. Beras organik sebagai produk organik kedua terbesar menjadi
perhatian utama karena beras merupakan produk primer yang dikonsumsi
masyarakat Indonesia dan salah satu komoditas yang diimpor.
Produsen organik memiliki kewajiban untuk menjamin keaslian beras
organik yang ditawarkan. Dilain sisi, konsumen juga memilik hak untuk menerima
produk sesuai yang dijanjikan oleh produsen beras organik. Sistem traceability yang
baik dapat membantu meminimalkan produksi dan distribusi beras organik yang
tidak aman atau berkualitas buruk., sehingga meminimalkan potensi publisitas yang
buruk, sebagai bentuk kewajiban, dan melakukan penarikan kembali produk. Salah
satu sistem yang dapat menjamin kualitas dan keamanan adalah dengan
menerapkan sistem traceability pada rantai pasok beras organik. Pengembangan
sistem traceabilitility yang telah ada di dunia salah satunya adalah dengan
memanfaatkan IoT (Internet of Things) dan QR Code (Quick Response Code) untuk
dapat menyimpan data secara real-time dan membaca produk dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe sistem traceability
menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC). Berdasarkan
pendekatan SDLC Penelitian ini melalui tahap identifikasi, investigasi sistem,
analisis sistem, desain sistem, arsitektur sistem, pembuatan prototipe, serta
pengujan dan evaluasi. Penelitian ini difokuskan unutuk menganalisis kebutuhan
sistem informasi dalam mengumpulkan, menyimpan, dan pertukaran data digital.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaku yang terlibat dalam rantai pasok
beras organik adalah petani, koperasi, eksportir, dan lembaga sertifikasi.
Pengembangan prototipe sistem traceability dilakukan agar setiap aktor dapat
melakukan penelusuran produk dan konsumen akhir dapat memindai dan melihat
data lengkap produk yang mereka konsumsi. | |