Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorDjatna, Taufik
dc.contributor.authorWiryawan, Fransisca Susanti
dc.date.accessioned2025-08-07T10:16:55Z
dc.date.available2025-08-07T10:16:55Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167948
dc.description.abstractSayur potong ialah sayuran yang mendapat nilai tambah berupa perlakuan seperti pembuangan bagian yang busuk atau pun layu (trimming), pengupasan (peeling), pencucian, pemotongan sehingga dapat dikonsumsi seluruhnya oleh konsumen. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis rantai nilai dan keberlanjutan produk sayur potong dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di PT Sayuran Siap Saji, Megamendung, Bogor. Hasil analisis situasional menunjukkan bahwa PT SSS dalam memproduksi sayur potong menggunakan disinfektan kimia, yaitu klorin dioksida yang berpotensi menghasilkan produk samping berupa klorit dan klorat. Perusahaan menggunakan air limbahnya sebagai irigasi pada lahan pertanian tanpa mengolahnya terlebih dahulu sehingga dikuatirkan membahayakan kesehatan konsumen dan mencemari lingkungan. Hasil analisis situasional juga menunjukkan bahwa perusahaan tidak mengusahakan lahan pertaniannya sendiri sehingga tergantung pada kemitraan di daerah Megamendung (Bogor), Cikajang (Garut), dan Cisarua (Bandung). Pada tahun 2016 PT SSS memproduksi 22 produk sayur potong sehingga dilakukan penyaringan produk berdasarkan Pareto dan Metode Perbandingan Eksponensial. Hasil integrasi kedua metode tersebut ialah tiga produk unggulan, yaitu paprika, lettuce head, dan brokoli. Pemetaan aliran nilai hijau dilakukan terhadap ketiga produk unggulan tersebut. Ketiga produk unggulan tersebut memiliki nilai IPH yang kurang dari satu berarti dampak lingkungannya lebih tinggi daripada produktivitasnya. PT SSS memiliki status cukup berkelanjutan dengan nilai keberlanjutan dimensi ekonomi yang paling tinggi jika dibandingkan dengan dimensi lainnya, yaitu dimensi lingkungan, teknologi, dan kemitraan. Atribut tersensitif pada sistem keberlanjutan PT SSS ialah sebagai berikut. Atribut tersensitif pada dimensi lingkungan ialah penggunaan pupuk kimia. Atribut tersensitif pada dimensi teknologi ialah wanatani (agroforestri). Atribut tersensitif pada dimensi kemitraan ialah keberadaan kelompok tani, sedangkan atribut tersensitif pada dimensi ekonomi ialah keuntungan petani mitra. Dengan mengintegrasikan pemetaan aliran nilai hijau dan Rapfreshcut akan diperoleh alternatif strategi yang cakupannya luas, yaitu efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, kemitraan, dan efisiensi produksi. Berdasarkan ANP BOCR prioritas strategi ialah kemitraan (area kemitraan yang lebih dekat dan pendampingan petani mitra berkelanjutan). Skenario perbaikan merupakan teknis dari alternatif strategi. Skenario terbaik dengan nilai Indeks Produktivitas Hijau tertinggi ialah pemindahan area kemitraan ke Cipanas dan pendampingan petani mitra berkelanjutan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleAnalisis Rantai Nilai dan Keberlanjutan Produk Sayur Potong (Studi Kasus Di Pt Sayuran Siap Saji)id
dc.subject.keywordKeberlanjutanid
dc.subject.keywordProduktivitas Hijauid
dc.subject.keywordRantai Nilaiid
dc.subject.keywordValue Chainid
dc.subject.keywordSustainabilityid
dc.subject.keywordAnalytic Network Process (Anp)id
dc.subject.keywordMultiple Dimension Scalingid
dc.subject.keywordRapfreshcutid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record