Show simple item record

dc.contributor.advisorSyarief, Rizal
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorJuliyanti, Indri
dc.date.accessioned2025-08-07T10:16:43Z
dc.date.available2025-08-07T10:16:43Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167946
dc.description.abstractSubsektor peternakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ternak ruminansia dan unggas. Populasi unggas dalam skala nasional telah meningkat setiap tahun dari 2013 hingga 2017, terutama pada populasi burung puyuh. Saat ini usaha budidaya burung puyuh masih diberdayakan oleh para petani UMKM. Salah satu UMKM yang bergerak di bidang ternak budidaya puyuh adalah CV Slamet Quail Farm (CV SQF). Perusahaan ini memiliki kelompok kemitraan dalam bisnis budidaya burung puyuh. Peningkatan produksi telur puyuh tidak diimbangi dengan peningkatan konsumsi menjadi masalah yang dihadapi oleh perusahaan, karena hingga saat ini perusahaan belum dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal ini disebabkan jumlah populasi ternak burung puyuh dan jumlah peternak puyuh yang tidak sebanyak peternak unggas lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis model bisnis yang dilakukan oleh perusahaan, menganalisis dan memetakan peran masing-masing stakeholder perusahaan CV SQF, menyusun model bisnis perbaikan CV SQF di masa mendatang, dan menganalisi keuntungan yang diperoleh peternak mitra dan mandiri. Berdasarkan hasil penelitian, CV SQF memiliki dua model bisnis yang dijalankan yaitu model bisnis program kemitraan dan model bisnis budidaya puyuh. CV SQF memiliki beberapa kendala dalam menjalankan kedua model bisnisnya saat ini. Stakeholder yang terlibat dalam proses bisnis CV SQF dibagi menjadi dua, yaitu stakeholder supplier dan stakeholder konsumen. Stakeholder supplier berada dalam kategori cummunicate dan engage. Stakeholder konsumen berada dalam kategori inform, communicate, dan engage. Berdasarkan hasil perbaikan dari sembilan elemen model bisnis program kemitraan, perusahaan dapat meningkatkan materi dalam kurikulum program kemitraan sesuai dengan kebutuhan peternak, menggunakan e-learning untuk mengurangi kendala, dan membuat kegiatan nonformal untuk meningkatkan hubungan. Hasil perbaikan sembilan elemen pada model bisnis budidaya puyuh CV SQF perusahaan dapat melakukan perbaikan aktivitas kunci pada distribusi produk dan penyortiran telur, perbaikan data base, penambahan proposisi nilai berupa pakan pabrik, penggunaan media online dalam saluran pemasaran, dan pengoptimalan sumber daya utama. Berdasarkan hasil perhitungan analisis investasi, tingkat keuntungan yang diperoleh dalam bisnis budidaya puyuh pada pola kemitraan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pola mandiri. Pola kemitraan pada bisnis budidaya puyuh yang ditawarkan oleh CV SQF dapat memberikan nilai tambah bagi peternak mitra sehingga peternak dapat memperkecil kerugian dan mendapatkan keuntungan lebih besar. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas dengan menggunakan switching value pada pola kemitraan dan pola mandiri dapat disimpulkan bahwa bisnis budidaya puyuh lebih peka terhadap perubahan harga jual dan jumlah produksi telur dibandingkan dengan perubahan harga pakan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Strategi Kemitraan Budidaya Puyuh Cv Slamet Quail Farmid
dc.subject.keywordAnalisis Investasiid
dc.subject.keywordModel Bisnisid
dc.subject.keywordStakeholder Engagementid
dc.subject.keywordBusiness Model Canvas (Bmc)id
dc.subject.keywordAnalisis Swotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record