| dc.description.abstract | TV kabel dengan nama lain Cable TV Operator (CTO) mengalami
pertumbuhan yang cukup pesat beberapa tahun terakhir (ICTA 2016). Kepadatan
penduduk 1.614 jiwa/km2 (BPS 2017), pertumbuhan ekonomi terus berkembang,
daya beli masyarakat relatif baik dan merupakan daerah blank spot adalah alasan
utama PT Denai Kabel Mandiri (PT DKM) hadir di Kota Payakumbuh. PT DKM
mengalami perkembangan usaha relatif baik. Hingga akhir 2016 jumlah pelanggan
tercatat 3.037 pelanggan. Berdasarkan data internal PT DKM, jangkauan jaringan
dan pelanggan TV kabel telah mencapai 40% dari luas wilayah pemukiman Kota
Payakumbuh. Posisi PT DKM sebagai pemimpin pasar dalam industri TV berbayar
tersebut belum menunjukkan bahwa PT DKM sebagai perusahaan kuat yang dapat
memenangkan persaingan dalam jangka panjang. Kekuatan yang dimaksud adalah
kekuatan perusahaan yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain dan kekuatan
yang membangun keunggulan kompetitif dengan memanfaatkan kompetensi
khusus perusahaan. Perencanaan strategik TV kabel lokal PT DKM perlu dianalisis
agar dapat memenangkan persaingan pada industri TV berbayar di Kota
Payakumbuh.
Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kondisi persaingan PT DKM
dalam industri TV berbayar di Kota Payakumbuh, (2) menganalisis faktor-faktor
internal dan eksternal PT DKM, dan (3) merumuskan strategi alternatif yang dapat
diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing PT DKM. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan
sekunder. Responden yang dilibatkan dari internal perusahaan dan pakar sebanyak
tujuh orang. Pengambilan pakar sebagai responden menggunakan teknik non
probabilistic sampling dengan purposive sampling melalui pendekatan expertise
judgement.
Hasil analisis Porter's Five Forces menunjukkan kondisi persaingan industri
TV berbayar di Kota Payakumbuh berada pada tingkat kondusif. Faktor internal
paling dominan mempengaruhi daya saing PT DKM berupa kekuatan, yakni harga
berlangganan sangat kompetitif dibanding pesaing dengan skor 0.416 dan
kelemahan, yakni terbatasnya jumlah channel favorit dengan skor 0.136. Faktor
eksternal paling dominan mempengaruhi daya saing perusahaan berasal dari
peluang, yaitu banyaknya penyedia content TV kabel dengan skor 0.332 dan
ancaman, yaitu semakin bertambahnya pesaing memiliki skor 0.312. Matriks IE
(Internal External) menunjukkan PT DKM berada pada posisi sel V, yakni berada
pada kategori bertahan dan menjaga. Analisis menggunakan metode Analytic
Network Process (ANP) menghasilkan strategi yang direkomendasikan untuk
meningkatkan daya saing PT DKM adalah strategi meningkatkan kerja sama
dengan content provider terbaik bagi perusahaan. | |