| dc.description.abstract | Perkembangan dunia bisnis menyebabkan organisasi perlu memperhatikan
perubahan yang terjadi. Menurut Prihadi (2010) fleksibilitas keuangan adalah
kondisi di mana perusahaan mempunyai kelenturan dalam menghadapi situasi
tidak terduga dalam pendanaannya. Awal tahun 2011 sampai 2015 harga batubara
mengalami tren menurun. Penurunan harga batubara terjadi menyusul ekspansi
produksi shale gas oleh Amerika Serikat (Falianti 2015). Kelebihan pasokan
batubara (IEA 2013 dalam Fiyanto 2014). Meningkatnya kampanye energi bersih
internasional membuat banyak negara mengurangi pemakaian batubara sebagai
sumber energi pembangkit listrik (Bintang 2016). Ekonomi Tiongkok sebagai
salah satu negara pengimpor batubara terbesar, mengalami penurunan pada tahun
2015 berdampak kepada permintaan komoditas batubara. Kejadian tersebut
bersamaan dengan menurunnya ekspor batubara Indonesia. Penurunan ekspor
terbesar pada tahun 2015 terjadi pada negara Tiongkok, India, dan Korea Selatan.
Saat yang bersamaan tren earning before interest and tax dan sales perusahaan
batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Tahun 2011-2015
cenderung menurun. Fleksibilitas keuangan berkaitan dengan liabilitas karena
industri batubara merupakan industri yang membutuhkan modal besar, oleh
karena itu jika hanya menggunakan modal internal mungkin tidak akan cukup.
Perusahaan batubara harus menggunakan alternatif sumber pendanaan lain
berupa pendanaan eksternal dengan cara berhutang. Jika perusahaan gagal
memenuhi kewajibannya kepada pihak yang memberikan pinjaman akan
menyebabkan perusahaan tidak memiliki fleksibilitas keuangan. Perusahaan
dengan nilai Debt Service Coverage Rasio (DSCR) lebih kecil dari 1.20
dinyatakan tidak memiliki fleksibilitas keuangan (Ruster1996). nilai rata-rata
DSCR perusahan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun
2011-2015 terdapat perusahaan yang memiliki fleksibilitas keuangan dan tidak
memiliki fleksibilitas keuangan. Oleh karena itu, perlu diteliti kondisi fleksibilitas
keuangan, faktor-faktor eksternal dan internal perusahaan yang memengaruhi
kinerja perusahaan dan dampaknya terhadap fleksibilitas keuangan perusahaan
batubara. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis: (1) kondisi fleksibilitas
keuangan perusahaan batubara, (2) faktor-faktor yang memengaruhi kinerja
perusahaan batubara, dan (3) dampak faktor eksternal dan internal terhadap
fleksibilitas keuangan perusahaan batubara.
Model Fleksibilitas Keuangan Perusahan Batubara yang dibangun dalam
penelitian merupakan sistem persamaan recursive, terdiri dari 24 persamaan atau
24 variabel (G) dan total variabel dalam model, yaitu variabel endogen dan
variabel predetermin 56 variabel (K). Jumlah variabel endogen dan eksogen yang
masuk dalam satu persamaan maksimal tertentu dalam model 7 variabel (M)
dengan demikian diperoleh hasil (K – M) > (G – 1) sehingga dapat disimpulkan
bahwa seluruh persamaan struktural dinyatakan teridentifikasi secara berlebih
(overidentified). Selanjutnya, metode estimasi model yang digunakan adalah
2SLS (Two Stage Least Square). Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data panel terdiri dari 5 perusahaan batubara yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode tahun 2011-2015, yaitu: PT Adaro Energy Tbk, PT Tambang
Batubara Bukit Asam Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Bayan
Resources Tbk, dan PT Delta Dunia Propindo Tbk.
Hasil penelitian menunjukan perusahaan yang memiliki fleksibilitas
keuangan yaitu PT Adaro Energy Tbk, PT Tambang Bukit Asam Tbk, PT Indo
Tambang Raya Tbk, dan PT Bayan Resources Tbk. Perusahaan yang tidak
memiliki fleksibilitas keuangan yaitu PT Delta Dunia Propindo Tbk. Jumlah
penjualan batubara ekspor, jumlah penjualan batubara dalam negeri, earning
before interest and tax, earning before interest tax depreciation and amortisation,
pembayaran hutang bank, dan pembayaran hutang sewa pembiayaan dipengaruhi
variabel lag t-1 masing-masingnya. Earning before interest and tax dipengaruhi
laba kotor dan beban operasi. Depresiasi dan amortisasi dipengaruhi total aset.
Earning before interest tax depreciation and amortisation dipengaruhi variabel
depresiasi dan amortisasi.
Dampak faktor eksternal dan internal terhadap fleksibilitas keuangan
perusahaan batubara, sebagai berikut: (a) jika penurunan produk domestik bruto
Tiongkok 2% dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD 2%, yang di
antisipasi dengan menurunkan harga pokok produksi 5%, beban umum dan
administrasi, dan beban penjualan dan pemasaran 10% berdampak terhadap
peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 31.47% (debt service coverage
ratio menjadi 1.34), (b) jika penurunan harga batubara di pasar internasional 2%
dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD 2%, yang di antisipasi dengan
menurunkan harga pokok produksi, beban umum dan administrasi, dan beban
penjualan dan pemasaran 10% berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas
keuangan perusahaan 25.06% (debt service coverage ratio menjadi 1.28), (c) Jika
kebijakan pemerintah Domestik Market Obligation (DMO), jumlah penjualan
dalam negeri di tambah 5 juta ton/tahun pada tingkat harga yang berlaku
berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 35.25% (debt
service coverage ratio menjadi 1.38), (d) jika kebijakan pemerintah Domestik
Market Obligation (DMO), jumlah penjualan dalam negeri di tambah 5 juta
ton/tahun dan harga batubara dalam negeri ditetapkan pemerintah 70USD/ton
berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 14.50% (debt
service coverage ratio menjadi 1.17), dan (e) jika kebijakan pemerintah Domestik
Market Obligation (DMO), jumlah penjualan dalam negeri di tambah 5 juta
ton/tahun dan harga batubara dalam negeri diusulkan perusahaan sebesar
85USD/ton berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan
56.96% (debt service coverage ratio menjadi 1.60). | |