| dc.description.abstract | PT Asuransi XYZ merupakan salah satu perusahaan asuransi milik Badan
Usaha Milik Negara. Hasil kinerja karyawan PT Asuransi XYZ pada tahun 2014
sebesar 63.38% karyawan PT Asuransi XYZ memiliki kinerja yang sangat baik,
akan tetapi mengalami penurunan drastis setiap tahunnya hingga tahun 2016. Pada
sisi lain, jumlah karyawan dengan kinerja yang kurang baik meningkat hingga
77.6% dari tahun 2014 hingga tahun 2016. Peningkatan dan penurunan kinerja
karyawan diduga dipengaruhi oleh motivasi dan pelatihan yang diberikan oleh PT
Asuransi XYZ kepada karyawan.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
kuisioner yang diberikan kepada 116 responden dengan menggunakan metode
quota sampling. Jumlah sampel dari jabatan kepala divisi sebanyak 11 orang,
kepala bagian sebanyak 20 orang, kepala seksi sebanyak 38 orang, dan pelaksana
sebanyak 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan variabel pelatihan berada pada
kategori sangat baik, dimana indikator pembelajaran memiliki nilai tertinggi.
Faktor higienis dan faktor motivator di dalam variabel motivasi berada pada
kategori baik, indikator hubungan interpersonal pada faktor higienis memiliki
nilai tertinggi dan indikator pekerjaan pada faktor motivator memiliki nilai
tertinggi dan berada pada kategori baik. Selanjutnya kinerja karyawan berada pada
kategori baik, dimana indikator kehadiran memiliki nilai tertinggi.
Hasil analisis Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan bahwa
pelatihan berpengaruh secara langsung positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan, semakin baik pelatihan yang diberikan perusahaan akan meningkatkan
kinerja karyawan PT Asuransi XYZ. Motivasi berpengaruh secara langsung
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang artinya semakin baik
motivasi yang diberikan perusahaan akan meningkatkan kinerja karyawan PT
Asuransi XYZ. Pelatihan berpengaruh secara langsung positif dan signifikan
terhadap motivasi, yang artinya semakin baik pelatihan yang diberikan perusahaan
akan meningkatkan motivasi karyawan PT Asuransi XYZ . Pelatihan berpengaruh
secara tidak langung terhadap kinerja karyawan melalui motivasi. Motivasi
memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan pelatihan terhadap kinerja yang
dapat dilihat dari nilai t-hitung yang lebih besar pada motivasi dibandingkan
pelatihan. Dengan demikian, pelatihan akan memperbaiki kinerja karyawan
tergantung dari motivasi yang didapat oleh karyawan. | |